Seri Analisis Hidrokarbon – Peralatan Sampling

Peralatan Sampling adalah sesuatu yang sering digunakan dan jenisnya hanyalah itu-itu saja (Tabung silinder, pressure gauge, flexyble hose, connection male/female 1/2″-1/4″ dll, kunci pas 7/16″, 9/16″, 1/2″, kuci inggris dll)

Seorang tekhnisi yang baik senantiasa memelihara peralatan samplingnya untuk siap digunakan kapan saja. Sebagaimana seorang serdadu yang mempercayai senjatanya siap ditembakkan kapan saja.

Peralatan Sampling gas atau liquid bertekanan sama saja item-tem nya. tetapi yang harus kita perhatikan apakah mereka bekerja dengan baik sesuai fungsinya atau tidak. Silinder 500 cc, 1000 cc, atau bahkan yang 20 Liter memiliki working pressure masing-masing dan sudah kah kita yakin bahwa tabung silinder yang kita gunakan untuk sampling tidak bocor, plug yang kita gunakan tidak slack, valve tabung silinder mampu menutup sempurna, connection yang kita gunakan tidak slack sehingga kebocoran selama sampling bisa terjadi. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu jarang sekali menjadi perhatian kita sehingga pada saat dilapangan ketika hal tersebut menjadi sebuah kenyataan yang terjadi maka apa yang harus kita perbuat. Jawaban saya tidak ada, kita tidak bisa melakukan apapun.

Mari kita uraikan satu-persatu. Silinder kita ambil contoh yang memiliki kapasitas 500cc. Working Pressure nya 1800 psi dan dilengkapi dengan 2 buah Needle Valve, pada saat membeli yang baru maka kita akan menerima sertifikat sudah lolos uji dilakukan test pada working pressure 1800 psi yang dilakulan oleh DOT (Department Of Transportation-jika manufacturer nya di Amerika). Working Pressure 1800 psi adalah untuk Body, sedangkan untuk  Valve memiliki spec tersendiri. Membeli cylinder sampling bukan membeli yang sudah jadi ada body dan valve, Tidak. Kita diharuskan memilih Body dan Valve dan kita juga harus tahu pada tekanan berapa kita akan menggunakannya, makin tinggi working pressurenya akan makin mahal. Working pressure valve yang 3000 psi biasa digunakan untuk cylinder dengan wp 1800. Persoalan mulai timbul setelah digunakan beberapa lama, apakah Valve dan cylinder kita masih bisa digunakan atau tidak apakah valve dan cylindernya masih memilik WP yang sama setelah digunakan beberapa lama, untuk mengetahui jawabannya maka kita harus melakukan test, Test Pressure menggunakan hydrotest (air) atau gas (Nitrogen) dan thickness test untuk mengetahui apakah ketebalan cylinder masih sama semua.

Hydrotest/Nitrogen test untuk mengetahui apakah cylinder mengalami kebocoran atau tidak. Banyak tehnik yang bisa dilakukan.

  1. Memasang pressure gauge di salah satu ujung dan memasukkan air/Nitrogen sampai Pressure gauge menunjukkan Preesure pada working pressure nya dan ditahan beberapa lama dan dipantau apakah presurenya mengalami penurunan pressure atau tidak. Jika tidak berarti kondisi cylinder dan sambung valve dan valve bagus tidak mengalami kebocoran. Jika mengalami penurunan pressure maka dilanjutkan kepada tahap ke – 2.
  2. Siapkan bak berisi air, tenggelamkan cylinder dan amati kemunculan buble, identifikasi kan lalu ditandai untuk melakukan perbaikan. Perbaikan ada yang bisa dilakukan ada yang tidak. Jika bubble keluar dari sambungan antara valve dan body maka bisa dilepas dan diamati apakah terjadi slack atau tidak pada ulirnya dan kembali dihubungkan dengan menambah lilitan teflon. Jika keluar dari sistem valve/lubang outlet valve, maka valve anda harus diganti.

Pressure Gauge adalah hal penting yang harus dibawa pada saat sampling untuk mengukur berapa tekanan sample pada saat sampling dan juga digunakan pada saat Validity check, apakah sample yang kita bawa ke lab mengalami penurunan tekanan atau tidak. Sering kali pada saat kita melakukan validity check tekanan sample menurun dari saat kita sampling dan kita berkesimpulan adalah silinder yang kita gunakan bocor. Padahal belum tentu apakah temperatur kita melakukan pengukuran tekanan sudah sama dengan pada saat sampling, jika belum maka harus disamakan. Apakah kita melakukannya dengan pressure gauge yang sama? jika tidak maka cobalah dengan menggunakan pressure gauge yang sama dengan saat sampling. KECUALI Pressure gauge yang digunakan sama-sama terKALIBRASI.

Connection, mintalah informasi kepada petugas site yang akan dikunjungi jenis-jenis connection di sampling point yang aka anda lakukan untuk sampling, atau jika dilakukan di Separator biasanya cukup standar  1/2″ male to male 1/4″ sambung ke flexyble hose female NPT 1/4″. Sebelum berangkat yakinkan semua ulir tidak slack dan masukkan setiap connection dengan jari, jika ada yang tidak mulus berputar maka carilah penggantinya.

Buat sambungan dengan T antara sampling point dan cylinder, digunakan sebagai release pressure setelah sampling selesai dilakukan. Bekerjalah dengan aman.

 

Bersambung

Seri Analisis Hidrokarbon-Sampling

Mungkin saya pernah menulis tentang sampling didalam tulisan-tulisan saya tetapi saat ini saya ingin menulis tentang sampling disekitaran Hidrokarbon baik liquid maupun gas. Sampling adalah suatu proses untuk mengambil sejumlah kecil bagian dari sesuatu Zat secara representatif baik secara quantity maupun quality. Sampling representatif secara quantity adalah sampling harus mewakili secara jumlah dan bisa menggunakan metoda sampling yang disepakati secara internasional. Sampling representatif secara quality adalah mutu sampling yang diambil harus mewakili sistem yang di sampling.

Sampling hidrokarbon ada beberapa jenis tergantung dari tujuan sampling dan kegiatannya. Sampling shipment cargo crude oil, condensate, gas alam, akan berbeda demikian juga sampling untuk proses industri petroleum akan berbeda sekali. Sampling untuk study reservoir atau sering disebut PVT juga berbeda.

Jadi jika perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang service laboratorium hidrokarbon seperti Intertek misalnya atau yang lain, diminta untuk membantu sampling maka customer dapat menginformasikan tujuan dari sampling tersebut apa dan output seperti apa yang diminta. Contohnya, Client hanya meminta komposisi untuk komposisi gas tanpa ada informasi lain, maka biasanya pihak Lab akan meminta informasi tambahan. Informasi yang harus ada adalah informasi sampling point; ukuran berapa inch, pressure berapa, sampling gas untuk komposisi, sample diambil dimana (pipe line, gas separator, dll). Informasi diatas akan sangat diperlukan oleh tekhnisi yang akan sampling. jika outlet nya sudah diketahui 1/2 inch maka cukup membawa connection line yang setengah inch. Pressure yang akan disampling untuk menyesuaikan sample container dengan working pressure berapa yang harus dibawa. Sampling point pipe line maka tekhnisi akan mengambilnya di pipe line, dan ada persyaratan teknis jika mengambil di pipe line seperti, sampling point harus ada diatas pipa dan jauh dari lekukan pipa, gas pada saat sampling harus pada saat mengalir bukan pada saat tidak mengalir (kompressor bekerja). Tekhnisi juga akan mencatat tekanan dan temperatur pada saat sampling. Sampling gas di pipe line akan disediakan sampling point di bagian atas pipa karena untuk menghindari fraksi berat yang terkumpul atau air yang terkumpul di satu tempat juga gerakan partikel gas akan lebih stabil (laminer) bukan turbulensi seperti jika lubang sampling di taruh dibawah.

Sampling yang bertujuan untuk komposisi wellstream akan berbeda dengan sampling untuk komposisi parsial gas atau minyak saja.  Sampling untuk gas saja maka cukup dengan mengambil gas dan ditampung didalam silinder gas, sampling minyak parsial juga demikian cukup dengan menampug minyak yang akan dianalisis dan ditutup rapat, sebaiknya menggunakan Jerry can yang khusus untuk minyak bumi bukan jerry can plastik. Sampling contoh untuk LPG juga ada teknisnya yaitu sample dimasukkan dari bawah (posisi silinder tegak) lalu ditunggu sampai ada LPG yang keluar melalui outlet valve silinder yang di atas kemudian ditutup lalu tutup valve yang bawah. Kurangi sample sebanyak 20% (kira-kira) sebagai safety space.

Sampling untuk komposisi wellstream berbeda dengan sampling diatas. Syarat untuk mendapatkan sample wellstream, maka harus dilakukan di Separator. Sample harus dilewatka separator sebelum di sampling hal ini harus dilakukan untuk mendapatkan sample yang terpisah antara gas, dan liquid. Di dalam separator gas dan liquid akan terpisah dan akan dihitung berapa rasio/perbandingan Gas Oil Rasio biasa disingkat GOR. Jadi sampling komposisi wellstream tidak hanya mendapatkan sample gas, liquid tetapi juga harus mendapatkan data G.O.R, Temp. Sep, Press Sep.

Separator akan memisahkan gas yang masuk dalam 2 fasa gas dan minyak/liquid, sampling dilakukan pada saat bersamaan dengan mengambil minyak/liquid, minyak diambil dengan cara displacement water, hati-hati pada saat mengeluarkan air dijaga jangan sampai terlalu cepat sehingga minyak akan memiliki ruang untuk menguapkan faksi ringannya.

Jika pada sampling gas parsial atau liquid parsial hanya mendapatkan satu sample maka pada sampling wellstream sample nya akan sepasang, Gas dan Liquid/Minyak.

Selain cara dengan separator, sampling wellstream bisa juga dengan menggunakan tehnik BHS (Bottom Hole Sampling). Tehnik ini dilakukan dengan seperangkat alat BHS yang dimasukkan kedalam sumur dengan menggunakan slick line tools dan dengan mekanisme peralatan BHS samplie akan masuk ke chamber sample didalam alat BHS, lalu di tarik/dikeluarkan dari sumur. Chamber sample kemudian dibawa ke lab untuk di transfer ke piston silinder sebelum dilakukan analisis.

Apakah komposisi wellstream harus  dilakukan dengan 2 cara diatas? jawaban saya YA. bisakah kita mengambil sample komposisi wellstream di well head? Tidak, Bisa kah kkta mengambil komposisi well stream di pipa atau di manifold? Tidak bisa. Kenapa? karena kita tidak bisa memisahkan antara liquid dan gas dan kita tidak tahu berapa fraksi gas dan fraksi minyak didalam pipa/wellhead atau manifold.

Kesalahan penanganan sample/proses sampling maka output report bisa jadi tidak sesuai dengan yang anda inginkan, jadi sebaiknya berdiskusi antara laboratorium dengan user diperlukan untuk memastikan pekerjaan kita tidak sia-sia.

Sekian.

 

 

Jakarta 17 Nov 2016

Seri Analisa Hidrokarbon-Tehnik dan Trik Sampling Gas ber Tekanan kecil

Kali ini saya akan menulis tentang sampling gas dimana source nya kecil. Sampling gas yang source bertekanan besar mudah, tinggal flushing beberapa kali (GPA 2166) kemudian tutup valve Sample containernya dan lihat pressure gauge nya, jika sudah naik dan sama dengan nilai pressure (tekanan) source nya berarti cukup lalu putuskan hubungan dengan source , amati apakah pressure gauge untuk tekanan didalam tabung sample (sample container) turun atau tidak. Jika tidak ada penurunan berarti bagus tidak ada kebocoran.

Source yang kecil taruhlah 1-3 atm (14-16 psi) tentunya memiliki kendala tersendiri. Pressure gauge yang terkoneksi dengan sample container pun bisa jadi tidak bergerak karena tekanan gas yang kita sampling sangat kecil, kita akan ragu apakah sample sudah masuk atau belum, ragu apakah sample container terisi atau tidak. Jauh-jauh jalan untuk sampling dan kembali ke lab ternyata sample container nya kosong.

Tidak banyak tulisan yang membahas hal ini, tetapi saya mencoba menuliskanya berdasarkan pengalaman saya pribadi.

A. Tehnik sampling. 

Sampling dilakukan tanpa melanggar kaidah sampling yang baku seperti sebagaimana metode uji GPA 2166. Diperlukan sedikit trik agar sample bisa masuk kedalam silinder.

  • Sample Silinder di vakum sebelum berangkat ke lapangan. Tehnik ini sering digunakan, kelemahannya jiga ada kebocoran sedikit saja di dalam sample container maka udara akan terhisap masuk, jadi pastikan dengan benar kalau sample container tidak mengalami kebocoran. Cara nya dengan memasukkan udara kompresor kedalam tabung tersebut kemudian rendam didalam air, jika tidak ada gelembung berarti aman, jika ada gelembung dari sambungan valve berarti anda harus membongkar valve tersebut dan memperbaiki koneksinya dan dicoba lagi di tes masih bocor atau tidak.
  • Sample Silinder diisi air penuh tidak boleh ada gelembung udara. Masukkan air kedalam silinder dengan membuka semua valve pada posisi tegak. Air dimasukkan dari bawah biarkan air keluar dari valve bagian atas jika sudah penuh, tutup valve yang bagian bawah terlebih dahulu. lalu tutup yang bagian atas. Pada saat sampling flushing line dari source ke outlet line dan tutup. Siram mulut inlet sample silinder denga air agar tidak udara didalam space antara valve dengan outlet. Buka line source sample yang karena bertekanan kecil bisa langsung di koneksikan ke sample silinder yang berisi air setelah yakin tidak ada kebocoran dari source-line-sample silinder, maka buka lah perlahan valve sample silinder bagian bawah, jangan dibuka full nanti air didalam silinder akan berputar dan menarik gas dengan kondisi turbulensi. Air hanya dibiarkan mengalir perlahan (10 tetes permenit cukuplah). Jika volume tabung sample silinder adalah 1 liter maka air yang akan dibuang juga 1 liter jika sudah hampir 1 liter air yang terbuang tutuplah valve bagian bawah lebih dahulu kemudian valve bagian atas. kemudian tutup valve source dan putuskan hubungan line antara source dengan  sample silinder.
  • Sample Silinder diisi Glikol– Sama prosedurnya dengan yang diatas menggunakan air.
  • Menggunakan  Tedlar Bag. Saat ini sample tidak hanya ditampung dengan menggunakan silinder stainless steel tetapi juga bisa dengan menggunakan tedlar bag. Tedlar bag memilik lubang sebagai inlet dan outlet sample atau hanya inlet saja. Material Tedlar bag saat ini dari mulai plastik PE atau HDPE atau teflon. Penggunaan Tedlar bag biasanya terbatas dilingkungan pabrik atau sample gas yang ambient dan tidak memiliki pressure yang tinggi. Kelemahan Tedlar bag jika dibawa naik pesawat maka sample akan tersedot keluar plastik. Perhatikan jika anda membawa aqua di kabin. maka pada saat anda turun maka botol aqua anda mengekerut. Sample yang memiliki kandungan H2S tinggi sebaiknya tidak menggunakan tedlar bag karena partikel H2S akan menempel di plastik dan mengurang kandungan yang akan dianalisa, Jika akan dikirim dengan menggunakan transportasi umum sebaiknya juga dipertimbangkan kembali.
  • Menggunakan balon, Balon yang saya maksudkan adalah balon yang terbuat dari plastik berwarna-warni yang biasa digunakan untuk bermain bola, bukan balon tiup dari karet atau balon gas. Balon karet atau balon ulang tahun atau balon gas tidak bisa digunakan karena akan menimbukan back pressure, resiko pecah juga tinggi. Penggunaan balon ini adalah salah satu alternatif terakhir dima kita tidak bisa menemukan metoda sampling lain yang bisa digunakan. Kelemahannya adalah kemungkinan terkontaminasi dengan udara sangat tinggi. Jadi jangan digunakan jika tidak kepepet banget.

 

B. Tehnik Analisis

Untuk analisisnya sama saja dengan menggunakan Gas Kromatografi- GPA 2261. Problem untuk gas yang tekanannya hampir 1 atmosfir atau 1 atmosfir maka gas didalam silinder tidak akan keluar sehingga gas tidak bisa dianalisis. Caranya dengan cara sebagaimana kita memasukkan sample tadi, yaitu meminta bantuan air untuk mengeluarkan gas tadi. Silinder diposisikan tegak, siapkan air pada posisi lebih tinggi silinder agar air mampu mendorong gas didalam silinder. Perhatikan jangan sampai ada udara ter perangkap didalam line air ke silinder atau didalam space antara inlet dengan valve silinder. Usahakan semua terisi air bukan udara. Jika sudah terkoneksi buka valve yang bawah yang terhubung dengan air. buka penuh. siapkan line dari outlet tabung dengan GC buka sedikit untuk flusing line, lihat apakah ada gelembung diujung line GC yang tercelup air jika ada lanjutkan tapi jangan banyak-banyak jika sudah tutup lagi valve sample silinder. Wadah air usahakan juga memiliki valve, kalau tidak ada maka pengaturannya menggunakan valve outlet yang diatas untuk mengalirkan/menutup gas yang dianalisis. Siapkan GC dan jika sudah ready buka valve outlet/valve atas sampai gelembung udara muncul dan tutup. START analisis. Lakukan analisis beberapa kali. Perhatikan Volume air yang masuk kedalam tabung, jangan sampai berlebihan berbahaya bagi peralatan.

NOTE : Air ini berfungsi sebagai piston baik pada saat sampling maupun analisis. Kelemahannya kemungkinan moisture didalam gas menjadi bertambah, sehingga bisa juga air diganti glikol. Cara lain dengan pemanasan dari tabung, syarat nya temperatur yang digunakan harus sama dengan temperatur pada saat sampling. Komposisi akan berbeda dengan perbedaan suhu.

Kondisi seperti diatas sangat jarang ditemui. Biasanya pada sumur-sumur minyak yang sudah tua, atau pada sistem proses yang gas tersebut berupa sisa proses.

 

Semoga Berguna..

 

Basic Gas Theory/Teori Dasar Gas

SIFAT FISIK GAS

Sifat fisik dan kimia gas sangat tergantung dari tekanan, temperature dan komposisi dari gas tersebut. Dalam kenyataannya gas selalu hadir dalam komposisi yang sangat beragam, tergantung dari asal reservoirnya. Hal ini membutuhkan perhitungan yang lebih rumit dibandingkan apabila kita hanya dengan system satu gas murni. Semakin beragam component penyusun gas maka akan semakin tidak akurat perhitungan gasnya.

Beberapa persamaan korelasi antara tekanan (P), Volume (V) dan Temperature (T) disebut dengan persamaan kesetimbangan gas. Gas ideal memiliki persamaan sbb:

PV = nRT
Dimana P = Tekanan absolute
V = Volume ruang
n = Mol Gas pada P & T
R = Konstanta Gas
T = Temperature absolute

Persamaaan diatas valid pada tekanan hingga 60 psia (500 Kpa), ketika tekanan naik diatas tekanan tersebut maka system bukan lagi berada dalam kondisi gas ideal.
Persamaan gas ideal sangat terbatas sekali pemakaiannya dilapangan, hal ini disebabkan karena tidak ada gas yang merupakan gas ideal. Beberapa ilmuan mencoba mengembangkan persamaan gas ideal untuk bisa diaplikasikan dengan gas –gas yang tidak ideal, antara lain : Van Der Waals, Redlick-Kwong, Peng-Robinson dan Benedict-Webb-Rubin.
Dari berbagai persamaan yang muncul dapat di sederhanakan dalam angka kompresibilitas dimana persamaan das ideal akan menjadi

PV = ZnRT

Dimana Z = factor kompresibilitas = Actual volume gas / Ideal Gas volume

Sifat fisik gas dijabarkan dalam parameter-parameter sebagai berikut:

  1. Densitas
    Densitas adalah satuan kerapatan massa gas terhadap volumenya. Densitas gas ada kalanya di sebut sebagai spesifik grafity yaitu rasio massa jenis gas terhadap udara bebas.
  2. Viskositas
    Nilai viskositas sangat penting dalam perhitungan persamaan aliran, adalah suatu angka yang mewakili gaya gesek yang disebabkan gaya tarik menarik dalam lapisan fluida.
    Satuan viskositas dalam Centipoise (cp) 1 cp = 0.01 dyne s/cm2
    = 0.000672 lbm s/ft Baca lebih lanjut

FUNDAMENTALS OF NATURAL GAS CHEMISTRY

By Steve Whitman
Coastal Flow Measurement, Inc.

In order to understand the chemistry of natural gas, it is important to be familiar with some basic concepts of general chemistry. Here are some definitions you should know:

Matter – anything that has mass and occupies space. Energy – the capacity to do work or transfer heat.
Elements – substances that cannot be decomposed into simpler substances by chemical changes. There are approximately 112 known elements. Examples: carbon, oxygen, and nitrogen.
Atom – the smallest unit in which an element can exist. Atoms are composed of electrons, protons, and neutrons. Compounds – pure substances consisting of two or more different elements in a fixed ratio. Examples: water and methane.
Molecule – the smallest unit in which a compound can exist or the normal form in which an element exists. Example: One molecule of water consists of two hydrogen atoms and one oxygen atom. One molecule of nitrogen consists of two atoms of nitrogen.
Mixture – combination of two or more pure substances in which each substance maintains its own composition and properties. Examples: natural gas, gasoline, and air.
Bonds – The attractive forces that hold atoms together in compounds are called chemical bonds. There are two major classes of bonds–ionic bonds and covalent bonds. Most of the bonds involved in natural gas components are single covalent bonds. A single covalent bond consists of a pair of electrons shared by two atoms. A double bond is two pair of electrons shared between two atoms. Some minor components of natural gas may contain both single and double bonds.
Aromatic molecules, such as benzene, contain covalent bonds where multiple electrons are shared among more than two atoms. Baca lebih lanjut

Drill Mud Contamination Testing

Reservoir Production Evaluation by Gas Chromatography Testing

Sulit, walau beberapa Laboratory service sudah mengumumkan beberapa tahun belakangan mampu melakukannya, jika 2 tahun lalu kita search di Google hanya ada Schlumberger sekarang mulai ada Intertek.

Kontaminasi ini terjadi pada saat kita melakukan sampling di bawah permukaan, BHS (bottom Hole Sampling). Alat BHS diturunkan bijaksananya adalah pada saat clean up well sudah selesai sehingga fluida yang mengalir adalah fluida reservoir yang sudah bersih bukan lagi masih tercampur dengan drill mud, teteapi bisa saja karena sesuatu dan lain hal, drill mud yang masih ada ikut terambil pada saat sampling “BHS” dilaksanakan.

Kontaminasi ini terlihat manakala di analysis oleh GC, patern chromatogram yang dihasilkan oleh sample memiliki kelainan, ada kenaikan yang cukup signifikan pada wilayah C10 sampai C20. Kondisi ini dikarenakan sample terkontaminasi drill mud yang memang memiliki hidrokarbon berat. Baca lebih lanjut

Analisis Hidrokarbon Cair Menggunakan Gas Chromatography

Sebelum dimulai tulisan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada yang sudah menuliskan komentarnya pada tulisan sebelumnya.

Hidrokarbon cair atau dalam hal ini yang saya maksudkan adalah minyak bumi, memiliki komposisi hidrokarbon dari mulai CH4 sampai C…..(tergantung dari minyak bumi nya, tidak ada yang bisa mengetahuinya sebelum dilakukan analisis, alias hanya Tuhan yang tahu). Komposisi hidrokarbon dari minyak bumi bisa dilakukan dengan menggunakan Gas Chromatography (GC).

GC yang bagaimana yang diperlukan untuk analisis ini?
1. GC yang dilengkapi dengan Detektor FID
2. GC yang dilengkapi dengan kolom non-polar (DB-1, SPB-1, HP-1 dll)
3. Carrier gas, peralatan dasar seperti flow control, H2, dan Udara pada prinsipnya adalah sama untuk semua GC
4. Syringe (injektor)
Baca lebih lanjut

Analisis Hidrokarbon Menggunakan Gas Kromatografi

Hidrokarbon yang dimaksud adalah Gas Alam dan produk-produknya seperti LPG, Gas Campuran dll, Minyak bumi dan produk-produknya seperti minyak tanah, solar dll
Kromatografi Gas adalah Peralatan yang digunakan untuk Melakukan Analisa Komposisi dari gas yang dianalisis

Ada 2 jenis Gas Alam
• Gas alam basah (wet natural gas-associated gas)
• Gas alam kering (dry gas natural gas-non associated gas)
Baca lebih lanjut

KOMPOSISI HIDROKARBON MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS

Hidrokarbon yang dimaksud adalah Gas Alam dan produkproduknya seperti LPG, Gas Campuran dll, Minyak bumi dan produk produknya seperti minyak tanah, solar dll .Kromatografi Gas adalah Peralatan yang digunakan untuk melakukan analisa komposisi dari gas yang dianalisis. silakan download disini  untuk presentasi file analisis. (silakan di download atau di kutip dengan menyertakan link blog ini. 

Metoda Uji menggunakan GPA 2261, GPA 2286 dan beberapa metoda uji lain yang mendukung seperti metoda sampling GPA 2166 dan GPA 2174, juga GPA 2265 untuk analisis H2S dan merkaptan secara on-site. GPA adalah salah satu Metoda Acuan Standar untuk melakukan Analisis Gas Alam, download GPA 2261 disini. untuk edisi lengkapnya dapat email ke sini busant70@gmail.com atau tinggalkan comment anda untuk di follow up…anda akan mendapatkan dalam bentuk zip file dan passwordnya. 

Ekplorasi di JPN-A

Hari ini Tanggal 22 Januari 2008 hari ke 8 aku di lokasi JPN-A, jangan salah JPN bukan jepang tetapi JPN-A adlah sebuah lokasi eksplorasi MIGAS milik Pertamina, tempatnya relatif jauh lebih enak dibandingkan dengan lokasi terakhir ku di daerah jambi yang harus itempuh dengan waktu 5 jam dari kota jambi. Untuk Lokasi JPN-A dapat ditempuh relatif cukup singkat, sekitar 12 km dari kota Blora atau sekitar 20 km dari kota Cepu. Blora adalah kota kabupaten, sedangkan Cepu adalah kota kecamatan.

Lokasi eksplorasi JPN-A terletak di areal hutan jati, banyak pengrajin jati dapat kita temui disana. Sebagaimana lokasi eksplorasi maka kami semua terdiri dari beberapa rekanan kerja Pertamina yang memiliki Sumur Eksplorasi tersebut. Hari ke 8 masih dengan program coil tubing, karena pada waktu drop bar ternyata fluida yang mengalir dari reservoir hanya sedikit dan pressure di permukaan juga turun terus, sehingga diputuskan oleh tim eksplrorasi perlu menggunakan unit coil tubing, yaitu sebuah proses menginjeksikan nitrogen cair kedalam sumur. Diharapkan dengan proses ini aliran fluida dari dalam reservoir dapat menjadi lebih besar. Teorinya bisa tanya sama orang-orang dari PE (petroleum Engineer).

Terus Kerja ku apa? Aku sampling engineer dari Lemigas yang bertanggung jawab dalam pengambilan sample yang keluar dari dalam reservoir, Fuida yang ter sampling harus mewakili kondisi reservoir. Untuk mendapatkan hal itu kami dari lemigas bekerjasama dengan kawan dari well testing yang lain yaitu dari BBS dimana sebelum disampling fluida dari dalam sumur dilewatkan melalui unit manifold lalu ke unit separator, di dalam separator tersebut fluida dari dalam sumur akan terpisah sesuai fasenya masing masing, adayang berubah menjadi gas, ada yang tetap dalam bentuk liquid. Nah tugasku melakukan sampling dari dalam separator  terhadap fluida yang telah berubah menjadi gas maupun yang masih dalam bentuk liquid. Semua parameter yang ada di dalam separator tersebut harus tercatat, Pressure, Volume, Temperatur, Gas Oil Rasio (GOR). Kawan kawan dari BBS lah yang memiliki unit separator tersebut yang melakukan pengukuran selama testing produksi yang dilakukan. Udah ah….. (segini dulu aja ya ntar di sambung lagi pengalaman ku yang terlibat di kegiatan eksplorasi), Aku nulisnya dari warnet di kota cepu. Jam menunjukkan Pk 14.30