Seri Analisis Hidrokarbon-Sampling

Mungkin saya pernah menulis tentang sampling didalam tulisan-tulisan saya tetapi saat ini saya ingin menulis tentang sampling disekitaran Hidrokarbon baik liquid maupun gas. Sampling adalah suatu proses untuk mengambil sejumlah kecil bagian dari sesuatu Zat secara representatif baik secara quantity maupun quality. Sampling representatif secara quantity adalah sampling harus mewakili secara jumlah dan bisa menggunakan metoda sampling yang disepakati secara internasional. Sampling representatif secara quality adalah mutu sampling yang diambil harus mewakili sistem yang di sampling.

Sampling hidrokarbon ada beberapa jenis tergantung dari tujuan sampling dan kegiatannya. Sampling shipment cargo crude oil, condensate, gas alam, akan berbeda demikian juga sampling untuk proses industri petroleum akan berbeda sekali. Sampling untuk study reservoir atau sering disebut PVT juga berbeda.

Jadi jika perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang service laboratorium hidrokarbon seperti Intertek misalnya atau yang lain, diminta untuk membantu sampling maka customer dapat menginformasikan tujuan dari sampling tersebut apa dan output seperti apa yang diminta. Contohnya, Client hanya meminta komposisi untuk komposisi gas tanpa ada informasi lain, maka biasanya pihak Lab akan meminta informasi tambahan. Informasi yang harus ada adalah informasi sampling point; ukuran berapa inch, pressure berapa, sampling gas untuk komposisi, sample diambil dimana (pipe line, gas separator, dll). Informasi diatas akan sangat diperlukan oleh tekhnisi yang akan sampling. jika outlet nya sudah diketahui 1/2 inch maka cukup membawa connection line yang setengah inch. Pressure yang akan disampling untuk menyesuaikan sample container dengan working pressure berapa yang harus dibawa. Sampling point pipe line maka tekhnisi akan mengambilnya di pipe line, dan ada persyaratan teknis jika mengambil di pipe line seperti, sampling point harus ada diatas pipa dan jauh dari lekukan pipa, gas pada saat sampling harus pada saat mengalir bukan pada saat tidak mengalir (kompressor bekerja). Tekhnisi juga akan mencatat tekanan dan temperatur pada saat sampling. Sampling gas di pipe line akan disediakan sampling point di bagian atas pipa karena untuk menghindari fraksi berat yang terkumpul atau air yang terkumpul di satu tempat juga gerakan partikel gas akan lebih stabil (laminer) bukan turbulensi seperti jika lubang sampling di taruh dibawah.

Sampling yang bertujuan untuk komposisi wellstream akan berbeda dengan sampling untuk komposisi parsial gas atau minyak saja.  Sampling untuk gas saja maka cukup dengan mengambil gas dan ditampung didalam silinder gas, sampling minyak parsial juga demikian cukup dengan menampug minyak yang akan dianalisis dan ditutup rapat, sebaiknya menggunakan Jerry can yang khusus untuk minyak bumi bukan jerry can plastik. Sampling contoh untuk LPG juga ada teknisnya yaitu sample dimasukkan dari bawah (posisi silinder tegak) lalu ditunggu sampai ada LPG yang keluar melalui outlet valve silinder yang di atas kemudian ditutup lalu tutup valve yang bawah. Kurangi sample sebanyak 20% (kira-kira) sebagai safety space.

Sampling untuk komposisi wellstream berbeda dengan sampling diatas. Syarat untuk mendapatkan sample wellstream, maka harus dilakukan di Separator. Sample harus dilewatka separator sebelum di sampling hal ini harus dilakukan untuk mendapatkan sample yang terpisah antara gas, dan liquid. Di dalam separator gas dan liquid akan terpisah dan akan dihitung berapa rasio/perbandingan Gas Oil Rasio biasa disingkat GOR. Jadi sampling komposisi wellstream tidak hanya mendapatkan sample gas, liquid tetapi juga harus mendapatkan data G.O.R, Temp. Sep, Press Sep.

Separator akan memisahkan gas yang masuk dalam 2 fasa gas dan minyak/liquid, sampling dilakukan pada saat bersamaan dengan mengambil minyak/liquid, minyak diambil dengan cara displacement water, hati-hati pada saat mengeluarkan air dijaga jangan sampai terlalu cepat sehingga minyak akan memiliki ruang untuk menguapkan faksi ringannya.

Jika pada sampling gas parsial atau liquid parsial hanya mendapatkan satu sample maka pada sampling wellstream sample nya akan sepasang, Gas dan Liquid/Minyak.

Selain cara dengan separator, sampling wellstream bisa juga dengan menggunakan tehnik BHS (Bottom Hole Sampling). Tehnik ini dilakukan dengan seperangkat alat BHS yang dimasukkan kedalam sumur dengan menggunakan slick line tools dan dengan mekanisme peralatan BHS samplie akan masuk ke chamber sample didalam alat BHS, lalu di tarik/dikeluarkan dari sumur. Chamber sample kemudian dibawa ke lab untuk di transfer ke piston silinder sebelum dilakukan analisis.

Apakah komposisi wellstream harus  dilakukan dengan 2 cara diatas? jawaban saya YA. bisakah kita mengambil sample komposisi wellstream di well head? Tidak, Bisa kah kkta mengambil komposisi well stream di pipa atau di manifold? Tidak bisa. Kenapa? karena kita tidak bisa memisahkan antara liquid dan gas dan kita tidak tahu berapa fraksi gas dan fraksi minyak didalam pipa/wellhead atau manifold.

Kesalahan penanganan sample/proses sampling maka output report bisa jadi tidak sesuai dengan yang anda inginkan, jadi sebaiknya berdiskusi antara laboratorium dengan user diperlukan untuk memastikan pekerjaan kita tidak sia-sia.

Sekian.

 

 

Jakarta 17 Nov 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s