Seri Analisa Hidrokarbon-Tehnik dan Trik Sampling Gas ber Tekanan kecil

Kali ini saya akan menulis tentang sampling gas dimana source nya kecil. Sampling gas yang source bertekanan besar mudah, tinggal flushing beberapa kali (GPA 2166) kemudian tutup valve Sample containernya dan lihat pressure gauge nya, jika sudah naik dan sama dengan nilai pressure (tekanan) source nya berarti cukup lalu putuskan hubungan dengan source , amati apakah pressure gauge untuk tekanan didalam tabung sample (sample container) turun atau tidak. Jika tidak ada penurunan berarti bagus tidak ada kebocoran.

Source yang kecil taruhlah 1-3 atm (14-16 psi) tentunya memiliki kendala tersendiri. Pressure gauge yang terkoneksi dengan sample container pun bisa jadi tidak bergerak karena tekanan gas yang kita sampling sangat kecil, kita akan ragu apakah sample sudah masuk atau belum, ragu apakah sample container terisi atau tidak. Jauh-jauh jalan untuk sampling dan kembali ke lab ternyata sample container nya kosong.

Tidak banyak tulisan yang membahas hal ini, tetapi saya mencoba menuliskanya berdasarkan pengalaman saya pribadi.

A. Tehnik sampling. 

Sampling dilakukan tanpa melanggar kaidah sampling yang baku seperti sebagaimana metode uji GPA 2166. Diperlukan sedikit trik agar sample bisa masuk kedalam silinder.

  • Sample Silinder di vakum sebelum berangkat ke lapangan. Tehnik ini sering digunakan, kelemahannya jiga ada kebocoran sedikit saja di dalam sample container maka udara akan terhisap masuk, jadi pastikan dengan benar kalau sample container tidak mengalami kebocoran. Cara nya dengan memasukkan udara kompresor kedalam tabung tersebut kemudian rendam didalam air, jika tidak ada gelembung berarti aman, jika ada gelembung dari sambungan valve berarti anda harus membongkar valve tersebut dan memperbaiki koneksinya dan dicoba lagi di tes masih bocor atau tidak.
  • Sample Silinder diisi air penuh tidak boleh ada gelembung udara. Masukkan air kedalam silinder dengan membuka semua valve pada posisi tegak. Air dimasukkan dari bawah biarkan air keluar dari valve bagian atas jika sudah penuh, tutup valve yang bagian bawah terlebih dahulu. lalu tutup yang bagian atas. Pada saat sampling flushing line dari source ke outlet line dan tutup. Siram mulut inlet sample silinder denga air agar tidak udara didalam space antara valve dengan outlet. Buka line source sample yang karena bertekanan kecil bisa langsung di koneksikan ke sample silinder yang berisi air setelah yakin tidak ada kebocoran dari source-line-sample silinder, maka buka lah perlahan valve sample silinder bagian bawah, jangan dibuka full nanti air didalam silinder akan berputar dan menarik gas dengan kondisi turbulensi. Air hanya dibiarkan mengalir perlahan (10 tetes permenit cukuplah). Jika volume tabung sample silinder adalah 1 liter maka air yang akan dibuang juga 1 liter jika sudah hampir 1 liter air yang terbuang tutuplah valve bagian bawah lebih dahulu kemudian valve bagian atas. kemudian tutup valve source dan putuskan hubungan line antara source dengan  sample silinder.
  • Sample Silinder diisi Glikol– Sama prosedurnya dengan yang diatas menggunakan air.
  • Menggunakan  Tedlar Bag. Saat ini sample tidak hanya ditampung dengan menggunakan silinder stainless steel tetapi juga bisa dengan menggunakan tedlar bag. Tedlar bag memilik lubang sebagai inlet dan outlet sample atau hanya inlet saja. Material Tedlar bag saat ini dari mulai plastik PE atau HDPE atau teflon. Penggunaan Tedlar bag biasanya terbatas dilingkungan pabrik atau sample gas yang ambient dan tidak memiliki pressure yang tinggi. Kelemahan Tedlar bag jika dibawa naik pesawat maka sample akan tersedot keluar plastik. Perhatikan jika anda membawa aqua di kabin. maka pada saat anda turun maka botol aqua anda mengekerut. Sample yang memiliki kandungan H2S tinggi sebaiknya tidak menggunakan tedlar bag karena partikel H2S akan menempel di plastik dan mengurang kandungan yang akan dianalisa, Jika akan dikirim dengan menggunakan transportasi umum sebaiknya juga dipertimbangkan kembali.
  • Menggunakan balon, Balon yang saya maksudkan adalah balon yang terbuat dari plastik berwarna-warni yang biasa digunakan untuk bermain bola, bukan balon tiup dari karet atau balon gas. Balon karet atau balon ulang tahun atau balon gas tidak bisa digunakan karena akan menimbukan back pressure, resiko pecah juga tinggi. Penggunaan balon ini adalah salah satu alternatif terakhir dima kita tidak bisa menemukan metoda sampling lain yang bisa digunakan. Kelemahannya adalah kemungkinan terkontaminasi dengan udara sangat tinggi. Jadi jangan digunakan jika tidak kepepet banget.

 

B. Tehnik Analisis

Untuk analisisnya sama saja dengan menggunakan Gas Kromatografi- GPA 2261. Problem untuk gas yang tekanannya hampir 1 atmosfir atau 1 atmosfir maka gas didalam silinder tidak akan keluar sehingga gas tidak bisa dianalisis. Caranya dengan cara sebagaimana kita memasukkan sample tadi, yaitu meminta bantuan air untuk mengeluarkan gas tadi. Silinder diposisikan tegak, siapkan air pada posisi lebih tinggi silinder agar air mampu mendorong gas didalam silinder. Perhatikan jangan sampai ada udara ter perangkap didalam line air ke silinder atau didalam space antara inlet dengan valve silinder. Usahakan semua terisi air bukan udara. Jika sudah terkoneksi buka valve yang bawah yang terhubung dengan air. buka penuh. siapkan line dari outlet tabung dengan GC buka sedikit untuk flusing line, lihat apakah ada gelembung diujung line GC yang tercelup air jika ada lanjutkan tapi jangan banyak-banyak jika sudah tutup lagi valve sample silinder. Wadah air usahakan juga memiliki valve, kalau tidak ada maka pengaturannya menggunakan valve outlet yang diatas untuk mengalirkan/menutup gas yang dianalisis. Siapkan GC dan jika sudah ready buka valve outlet/valve atas sampai gelembung udara muncul dan tutup. START analisis. Lakukan analisis beberapa kali. Perhatikan Volume air yang masuk kedalam tabung, jangan sampai berlebihan berbahaya bagi peralatan.

NOTE : Air ini berfungsi sebagai piston baik pada saat sampling maupun analisis. Kelemahannya kemungkinan moisture didalam gas menjadi bertambah, sehingga bisa juga air diganti glikol. Cara lain dengan pemanasan dari tabung, syarat nya temperatur yang digunakan harus sama dengan temperatur pada saat sampling. Komposisi akan berbeda dengan perbedaan suhu.

Kondisi seperti diatas sangat jarang ditemui. Biasanya pada sumur-sumur minyak yang sudah tua, atau pada sistem proses yang gas tersebut berupa sisa proses.

 

Semoga Berguna..

 

One comment on “Seri Analisa Hidrokarbon-Tehnik dan Trik Sampling Gas ber Tekanan kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s