Cinta di Dalam Gelas – Andrea Hirata (Bukan Resensi Buku)

Andrea Hirata……wow Hebat

Bisa bikin laki laki 40 tahun ini ketawa sendirian saat membaca lanjutan Padang Bulan yaitu Cinta di Dalam Gelas.  Gila nomer berapa ya kalo baca buku terus ketawa sendiri..Gila no 41 aja kali ya….

Berkaca mata ini sewaktu menyaksikan (baca : membaca) Maryamah (nama asli Enong di Padang Bulan) mengalahkan mantan suaminya pada pertandingan catur dengan menggunakan tehnik  “Giuoco Piano” setelah terdesak dan hampir kalah. Tanpa sadar mata ini berkaca kaca seperti menyaksikan pertandingan itu sendiri. Penyakit Gila No 52 .

Padang Bulan buatku masih datar, tidak kusangka klimaks nya ada di Cinta di Dalam Gelas….(nyeruput kopi dulu….., ternyata enak nulis ini sambil nyeruput kopi. Dentuman-dentuman sungguh ada buku ke-dua CdDG, ada konspirasi, buku besar warung kopi, ada sejarah warung kopi di belitong, ada preman pasar, ada Bang Zaitun dan orkes melayu Pasar Ikan Belok Kiri, ada Ratna Mutu Manikam selain Jose Rizal, ada penyakit gila no.32 dll.

Andrea mengajak kita seperti ikut menyaksikan sendiri semangat perjuangan tokoh kita Ikal, Detektif M.Nur, dan Maryamah.  Keseluruhan kedua buku ini memiliki benang merah perjuangan seorang perempuan yang bernama Maryamah binti Zamzami, yang menjadi yatim piatu sewaktu kelas enam SD, menjadi pencari kerja yang gagal di Tanjung Pandan karena badan yang kurus dan kembali ke kampungnya menjadi perempuan pertama Pendulang Timah.

Buku terakhir dari Tetralogi Laskar Pelangi, berjudul Maryamah Karpov tetapi tidak ada yang bercerita siapa Maryamah Karpov tetapi justru di CdDG kita menemukan siapakah Maryamah Karpov.

Buku CdDG sebagian besar diwarnai dengan sejarah warung kopi, Warung Kopi sebagai simbol Budaya masyarakat Melayu Belitong, Warung Kopi sebagai sebuah pusat social masyarakat yang Patrilineal. System patrilineal masyarakat melayu juga digambarkan disini. Tidak mudah bagi Maryamah dan Ikal untuk mendobrak tradisi melayu ini. Maryamah dijadikan ikon oleh Andrea untuk mengajak kita mengenal wajah melayu. Maryamah menjadi Wanita pendulang Timah Pertama dan Maryamah juga menjadi Pemain Catur Pertama sebuah budaya yang hanya milik Lelaki Melayu tetapi mereka berhasil membuka bahwa ada wanita yang mampu melakukannya.

Selain warung kopi, Andrea juga membawa kita mengenal dunia catur . Kenapa Catur kenapa bukan main bola? Pertanyaan yang juga sudah di jawab oleh Andrea. Budaya Lelaki Melayu  yang tak terpisahkan adalah Kopi, Tembakau dan catur. Perlombaan catur pun di lakukan di warung kopi. Sampai saat ini saya belum bisa membayangkan seperti apa warung kopi di Belitong. (saya harus bisa ke sana ke Belitong untuk melihat warung kopi dan mennyeruput kopi).

Pertemanan Ikal dengan Grand Master Wanita Ninochka Stronovsky dari Georgia mempermudah alur cerita Maryamah untuk menjadi pecatur tangguh.

Catatan saya yang juga two thumbs up buat Andrea yang telah membawa pembaca kedalam sebuah alur spionasi modern di buku ini. “Barang Siapa Menguasai INFORMASI maka Dia lah Pemenangnya” , telah menjadi sebuah paradigma SPIONASE atau bahkan perang Modern sekarang ini. Penguasaan informasi terhadap calon lawan dilakukan oleh pihak Ikal dengan sangat baik walaupun sempat tercium diakhirnya tetapi boleh dibilang peperangan itu telah dimenangkan kubu Ikal setelah Maryamah berhasil menumbangkan Overste Djemalam .

Tidak Rugi anda membeli buku dwilogi ini Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas.

srrrppp…..nyeruput kopi lagi, apapun kopinya…



NOTE : Mengenal Giuco Piano

Orang Portugis bernama Pedro Damiano tercatat sebagai orang pertama yang memainkannya  pada awal abad ke-16 dan kemudian seorang  Italia bernama Giochani Greco memainkannya  pada awal abad ke-17.  Pada sumber lain juga disebutkan Giuoco Piano ini dinamai dari pemain catur Italia disebut Gioachino Greco yang hidup pada abad ke-17.  Pembukaan ini dikenal sebagai  pembukaan yang baik untuk pemula. Hal ini bertujuan untukperkembangan yang cepat, pendudukan pusat. 

Pembukaan ini juga dikenal sebagai Permainan Italia (Italian Game), meskipun istilah yang lebih umum digunakan untuk menggambarkan permainan yang dimulai dengan

1.e4 e5

2.Nf3 Nc6

3.Bc4, tapi Hitam memainkan bergerak lainnya dari 3 … Bc5. 

Giuoco Piano  populer lewat abad ke-19.  Anatoli Karpov menggunakannya terhadap Viktor Korchnoi dua kali dalam turnamen Kejuaraan Dunia 1981, dengan kedua pertandingan berakhir dengan seri.


sumber wikipedia dan http://www.chesscorner.com/tutorial/openings/giuoco_piano/giuoco_piano.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s