Padang Bulan-Andrea Hirata (Bukan Resensi Buku)

Selesai sudah baca bukunya semenjak seminggu lalu beli, baru bisa menyelesaikannya padahal ada di tas setiap hari.

Buku yang menginspirasi tentang sebuah perjuangan, perjuangan dari 3 tokoh Ikal, Enong dan M.Nur.

Ikal semua juga pasti sudah mengenal siapa Ikal, anak muda yang keriting dan sekolah di Perancis dan masih juga tinggal di Belitong.

Enong tokoh baru, seorang wanita yang dari kecil (SD kelas 6) yang dari kecil sudah ditinggal ayahnya (Zamzami) seorang pendulang timah yang mati tertimbun. Enong seorang anak yang memelihara mimpinya untuk bisa berbahasa Inggris dan mengajar bahasa Inggris

M.Nur seorang yang menjadi merasa menjadi detektif dan prestasi terbesarnya adalah menemukan gigi palsu di comberan. Dia disewa oleh seorang wanita tionghoa yang dituduh menghilangkan gigi palsu suaminya.

Seluruh cerita mengeksplorasi tentang perjuangan, orang miskin yang berjuang bermimpi untuk sesuatu alasan yang hanya dimengerti oleh yang bersangkutan. Seperti buku sebelumnya Laskar pelangi, sang pemimpi, edensor dan maryamah karpov Andrea Hirata bertutur tentang mimpi dan kemiskinan, tentang mimpi orang miskin, memperjuangkan sebuah keinginan.

Kemiskinan pulau belitong dan suasana PT.Timah sudah tuntas digambarkan oleh Andrea di ke empat buku sebelumnya sehingga dibuku ini tidak terlalu ditonjolkan, dibuku ini andrea mencoba mengajak berempati pada kemiskinan pada perjuangan. Zamzami ayah enong yang miskin tetapi bercita cita membahagiakan keluarganya, membelikan sepeda istrinya dengan hasil tabungannnya, membelikan kamus 1 milyar kata untuk puterinya tercinta. Andrea menyampaikan pesan kepada pembacanya bahwa kemiskinan bukan alasan untuk tidak bisa memberi. Selama ada cinta maka memberi adalah sebuah keindahan.

Ikal seperti diketahui begitu mencitai A Ling, disini juga dilanjutkan petualangan cinta Ikal terhadap A Ling.

Membaca ini kita akan terbang ke Belitong dan melihat kemiskinan a la Andrea.

Buku ini merupakan dwilogi ( Padang Bulan sebagai buku pertama dan Cinta di Dalam Gelas sebagai buku ke-dua).

Rekomended untuk dibaca untuk melatih empati dan memelihara semangat perjuangan dan menjaga mimpi kita.

Catatan : Ikal sebagai sarjana lulusan luar negeri tetapi memilih untuk menganggur di tanah kelahirannya untuk mencintai A Ling, umur berapa Ikal?

By budhisantoso Posted in Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s