Promote or Recruit

Kenapa bukan saya yang jadi Manager, kenapa harus dia? Dia ga punya pengalaman di bidang ini, dia ga ngerti apa yang harus di hadapi dll.

Hal diatas adalah hal yang biasa terjadi pada sebuah perusahaan, jika sebuah posisi kosong, siapa yang harus mengisi? apakah melakukan promosi atau mencari kandidat baru? Bagi top manajemen hal ini bukan hal yang sederhana. Jika melakukan promosi berarti melakukan eksplorasi kandidat internal yang memiliki potensi, jika hal ini dilakukan maka hal ini akan memangkas biaya perekrutan, dan mereka yang akan mengisi posisi ini telah terbiasa pada lingkungan yang ada selama ini, sudah terbiasa dengan sistem yang berjalan tanpa harus melakukan training dari awal yang tentunya akan memiliki biaya tersendiri. Jika merekrut dari luar maka konsekuensi yang harus dihadapai adalah, perusahaan harus menyisihkan biaya training dan waktu agar sang manager baru terbiasa dengan pekerjaan dan system yang sudah berjalan.

Saya secara pribadi menilai bahwa hal tersebut bisa dilakukan tergantung kondisi dari divisi yang bersangkutan, apakah perlu dengan merekrut orang dari luar atau melakukan promosi. Pada kasus tertentu dimana divisi tersebut membutuhkan dorongan yang lebih kuat, penyegaran situasi maka tidak ada salahnya melakukan rekruitmen dari luar. Harapan yang ditaruh Top manajemen terhadap orang baru tersebut adalah mampu melakukan dorongan-dorongan secara system kepada mereka yang berada di divisi tersebut, manager baru tentunya masih lapar prestasi sehingga  akan meiliki dobrakan-dobrakan yang diharapkan akan melakukan lompatan besar, yang mana hal ini tentunya tidak akan bisa dilakukan jika masih orang lama dengan posisi baru yang menurut top manajemen tidak bisa melakukan sebuah lompatan, membuat target di level yang lebih tinggi bukan sekedar memenuhi target pada level yang sama.

Manager baru yang berasal dari bidang yang berbeda/core bisnis yang berbeda, memiliki kelemahan untuk menguasai secara teknis apa yang harus dilakukan bawahannya, tetapi menurut saya itu tidak terlalu signifikan, mengapa karena perusahaan pasti memiliki staf divisi yang sangant menguasai bidangnya masing-masing dan seorang manager memberi dorongan dengan konsep baru yang bisa membuat sinergi antar anggota divisi. Top managemen akan memberikan secara brain storming apa yang menjadi core bisnis dari divisi tersebut.

Sebagai sebuah tim maka divisi tersebut hendaknya memandang masalah tersebut tidaklah terlalu sederhana, dengan pertanyaan sederhana, seperti diatas tadi, tetapi juga dengan pertanyaan yang tidak sederhana, Apa Goal dari Perusahaan, Apa Goal dari Top Managemen terhadap semua Divisi, bukan saja dari Divisi mereka, perusahaan adalah sebuah usaha kolektif antar Divisi yang saling melengkapi, satu divisi dengan divisi yang lain akan saling memerikan energi positifnya satu dengan yang lain.

Hal tersebut diatas kalo menurut saya jangan dilakukan di tingkat eksekutif/operator lapangan. keahlian operator lapangan sangat menentukan setiap job yang dilakukan karena terkadang banyak juga pekerjaan yang based on experience dan similar dengan pekerjaannya, bisa kita bayangkan jika operator lapangan/eksekutif harus ditangani oleh orang yang memili core bisnins yang berbeda maka kekacauan akan terjadi, hendak melakukan apa dan apa yang harus dilakukan semua serba tidak jelas.

Mengutak atik komposisi manajemen bukan hal yang mudah tetapi perlu seni dan intuisi akan menjadi lebih baik atau justru menjatuhkan divisi tersebut, apalagi jika divisi tersebut memiliki revenue divisi yang besar, mungkin akan menggoyahkan perusahaan secara keseluruhan jika terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Untuk itulah seorang CEO dibayar mahal……siap kan anda menjadi seorang CEO walau diperusahaan kecil??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s