Tarbiyyah Dzatiyyah

Tarbiyah yang berarti pembinaan, Dzatiyyah berarti diri sendiri. Tarbiyyah dzatiyyah adalah sebuah cara untuk memaksimalkan diri kita mengenal Allah, Islam dan Rasulnya sehingga kita memiliki sebuah pemahaaman yg utuh tentangnya. Mengapa Tarbiyyah dzatiyyah itu penting, karena tidak selamanya kita berada dalam lingkungan yang mampu membentuk pribadi kita, bisa jd suatu saat kita akan tinggal di tempat yang mengharuskan kita untuk mandiri, atau kita memang pada kondisi yang membuat kita harus tegar dengan berbagai persoalan hidup kita, maka tarbiyyah dzatiyyah akan sangat menolong kita mengingatkan diri kita untuk senantiasa ingat pada sang pemberi kehidupan.

Bekal yg Alalah turunkan kepada kita sudah cukup, sebagaimana sabda Rasulullah “….Maka perhatikanlah perkataanku itu, wahai manusia, sesungguhnya aku telah sampaikan. Aku tinggalkan sesuatu kepada kalian, yang jika kalian pegang teguh, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya….”

Memahami al quran bukan berarti kita harus menjadi seorang yang mampu menafsirkan al quran, Ayat Allah yang tidak perlu ditafsirkan oleh para mufassirin sangat banyak, kita hanya perlu merenungi, membacanya berulang ulang kali kemudian masukkan di hati kita hingga ada getar ayat tersebut di hati kita, maka insha Allah kita akan mampu mengambil maksud dari ayat tersebut, hal itulah yang disebut dengan tadabbur.

Komitmen untuk memelihara semua kewajiban yang Allah berikan kepada kita, Sholat, puasa, zakat (sedekah, infak) adalah sesuatu yang mutlak wajib dilakukan. Timbulkan kesadaran bahwa kita hidup bukan semata hidup ada akhir kehidupan dimana semua kewajiban kewajiban tadi akan mendatangkan kebaikan bagi diri kita. Sholat memang sebuah kewajiban tetapi sesungguhnya ia merupakan kegiatan yang mendatangkan manfaat bukan sebagai sebuah penghalang waktu kerja kita atau kegiatan kita, dengan sholat kita bisa beristirahat sejenak memikirkan apa yang sudah kita lakukan sebelum sholat, merenung apa yang telah terjadi, instrospeksi, janganlah cepat cepat kita bangkit sehabis sholat sebagaimana orang yang menagih hutang, begitu hutang tertagih secepatnya dia bangkit. Cari kesempatan merenung ba’da sholat apalgi jika sholat fardhu disempurnakan dengan sholat qabla dan ba’da. Ibarat Mobil yang dilengkapi dengan rem, maka sholat adalah rem kita dalam keseharian kita, kita tidak melaju terus tetapi ada saat saat kita ngerem, maka kita akan selamat. Itu semua memerlukan latihan, ten miles started with one step. Tidak ada yang bagus jika semua dilakukan tergesa gesa, perlahan dan memahami kemudian merasakan semua gerakan sholat kita, makna kita ruku, makna kita bersujud, makna kita ber tuma’ninah maka itu semua jika perlahan lahan kita berikan dalam sholat kita maka sholat kita akan memiliki ruh, bukan asal gerak dan selesai.

Puasa, puasa diwajibkan dibulan ramadhan dalam rangka menjadi manusia yang mengetahui hakekat hidup (baca:taqwa), selain bulan ramadhan maka kita juga di sunnahkan untuk melakukan puasa silakan dilakukan semampunya senin-kamis, sebagai pilihan yang paling ringan. Perut yang kosong memang bikin ngantuk tetapi perut kosong juga membuat fikiran kita semakin lincah dalam menyerap berbagai informasi. Doa yg si ijabah salah satunya adalah doa orang yang berpuasa.

Zakat, sedekah, infak, jangan menunggu kita punya uang, justru pada saat kita gak punya uang maka itulah saat yang paling tepat untuk ber infak, kita akan merasakan sesuatu yang berbeda dengan melakukan hal itu. Berinfaklah diwaktu kita sempit. Berikan sesuatu apada anak yatim disekeliling kita, cobalah tengok adakah anak yatim disekeliling kita, maka bahagiakanlah, kebetulan saya telah mencobanya, senang rasanya berbagi dengan mereka, ada sesuatu yang bisa kita rasakan, bukan kebanggan tetapi sebuah rasa syukur ternyata anak itu bisa seneng. Beri makan fakir miskin jangan Cuma sekedar kasih duit 500 perak, gak usah punya prasangka mereka pura pura aja jadi pengemis, itu urusan mereka, masih banyak cara lain yang bisa ditempuh untuk menjadikan diri kita tidak kikir.

Terakhir berdo’a. Doa adalah sebuah permohonan yang tulus kepada Allah SWT, berdoalah agar kita diberi ketenangan dalam hati kita, berdoalah agar hidayah tetap berada dalam diri kita, berdoalah agart Allah tidak menyingkirkan hidayah tersebut, mintalah agar hati kita aadalah hati yang lembut yang mudah menerima nasehat, mudah menerima setiap perintah Allah, mintalah hati yang mampu untuk mencerna setiap persoalan hidup, jangan lupa senantiasa kita ISTIGHFAR, sebagai zikir harian kita, bacalah zikir matsurat dr Rasulullah SAW minimal di pagi hari, semoga Allah senatiasa merahmati kita semua.wallahu’alam

Kepadamu ku buat tulisan ini, semua pernah kusampaikan padamu hanya saja aku tak sempat mengontrolnya, semoga ini bisa mengingatkanmu kembali. Semoga ada jalan untuk kembali.

2 comments on “Tarbiyyah Dzatiyyah

  1. ya mendasari kehidupan agar selalu taat adalah Agama dan ketika merasa diawasi maka sebuah dosapun akan terulang namun bila kita belajar secara mandiri dan nurani sebgai pengawas diri maka nilai lagit telah masuk kedalam diri maka selamat lah diri kita karena itu adalah Tarbiyah dzatiyah.semoga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s