PERJALANAN KE BINTUNI

Tulisan ini yang ke-2 kali nya. Pertama kutulis di Blog ku yang di blogdetik. Sudah selesai kutulis, langsung kuterbitkan sebagaimana aku menulis disini. Tetapi ternyata tidak tersimpan, kecuali hanya judulnya saja….capeeekk deehhh.apakah begitu karakter blogdetik? harus disimpan dahulu beru diterbitkan?,,gak tau lah….kecewa banget…karena sudah capek menulis tetapi hilang begitu saja….

Sampai akhirnya aku menulis di blog ku yang ini. Ini memang blog ku yang utama, Primer Blog lah kira-kira begitu.

Perjalanan ini berawal dari sebuah tugas yang harus kuselesaikan, dimana aku harus menemui seseorang di DISNAKER Bintuni.

Berangkat dari LNG site pukul  04.30 pagi. First boat adalah pukul 05.00 dan second boat pukul 07.45 menuju Babo. dan first boat yang ke Bintuni adalah pukul 08.00, jadi aku harus naik yang first trip untuk mengejar boat yang ke Bintuni jam 08.00 dari Babo. Berangkat naik boat ke Babo tidak banyak yang bisa dilihat karena masih gelap dan juga yang jelas masih ngantuk…jadi tidur deh. Jam 06.30 sampai di Babo dan kami masih harus menunggu di Pos Security untuk keberangkatan ke Bintuni.

Pos Sekuriti di dermaga Babo

Pos Sekuriti di dermaga Babo

Dermaga Babo, Pusat Keberangkatan boat kekawasan sekitar teluk bintuni

Dermaga Babo, Pusat Keberangkatan boat kekawasan sekitar teluk bintuni

Keberangkatan ke Bintuni dimulai sekitar pukul 08.00 dan aku mendapat second boat. Ada dua boat hari itu yang akan berangkat ke Bintuni, biasanya hanya satu tetapi karena jumlah penumpang melebihi daya angkut, maka ditambah satu boat lagi.

Menyusuri teluk bintuni menuju bintuni, cukup mengasyikkan, boat meliak liuk mengikuti kontur teluk yang bagai ular yang meliak liukkan tubuhnya. Nakhoda kapal cukup piawai mengemudikan boatnya yang harus berbelok cukup tajam dan terkadang harus berhenti dan melambatkan lajunya karena berpapasan dengan penduduk lokal yang menggunakan sampan. Arus motor boat kami bisa sangat berbahaya bagi mereka yang ada di sampan, tak lupa Nakhoda kami melambaikan tangan ke mereka yang ada di sampan. Nakhoda juga di temani sekuriti yang bertugas mengamati jalur didepan boat dengan bantuan teropong, sehingga Nakhoda memiliki kesempatan untuk berhenti jika bertemu dengan sampan.
Setiap Boat dilengkapi dengan peralatan Radio dan GPS, dengan Radio Nakhoda berhubungan dengan dermaga terdekat melaporkan keberadaanya setiap kurang lebih 30 menit sekali.
Pukul 09-an kami sampai di Bintuni, kemudian merapat di dermaga dan penumpang pun turun. Sebelum turun, aku bertanya ke Nakhoda, pada pukul berapa akan kembali bertolak ke Babo. Pukul 14.00 boat direncanakan akan kembali ke Babo.
Aku mengontak kawan ku yang lagi Off dan standby di Bintuni..Khaeruddin namanya, aku memanggilnya udin. Dia asli Bintuni, tinggal disana bersama ibu dan kakaknya.Sebenarnya ada satu lagi yang tinggal di Bintuni, marthen. Tetapi sedang ke Sorong, jadi pilihanku cuma Udin yang bisa bantu jadi guide selama di Bintuni. Berhasil aku kontak Udin dan janjian di depan Dermaga.
Dermaga Bintuni

Dermaga Bintuni

 

Bertemu dengan Udin 30 menit kemudian, dan saling menanyakan kabar dan dia juga menyakan rencanaku di Bintuni, lalu aku terangkan maksud dan tujuan ku di Bintuni ini yaitu ke kantor DISNAKER Bintuni. Sebelum berangkat ke disnaker, aku mengajaknya sarapan dulu, karena aku nggak tau dimana tempat/rumah makan, kubiarkan dia yang mencari. Akhirnya dia berhenti depan sebuah rumah makan, yang menyediakan ikan bakar sebagai menu utamanya. Kalau di lihat-lihat paling banyak tempat makan di Bintuni ini memang menyediakan ikan sebagai menu utamanya. Ada juga coto makassar, dan warung padang, tetapi paling banyak ya Ikan bakar.

Yummy……ikan bakar yang disediakan…gak terlalu besar tapi dagingnya tebal dan gurih, ikan laut tetapi aku gak tau namanya, gak pentinglah namanya yang penting enak…buangett…sambel kecap plus bawang merah dan putih serta cabai menemani ikan tadi, dan yang paling penting adalah nasi putih nan hangat bagai melambai di depan mulut mengundang untuk di santafff…..mmmhhhhh

 Selesai makan dan membereskan urusan di rumah makan, kami berangkat ke disnaker. Udin sempet bertanya memastikan dimana letak disnaker, lalu meluncurlah kami ke kantor Disnaker Bintuni. Kami melewati kembali depan pelabuhan tadi, yang kanan kirinya ramai dengan para pedagang yang membuka usaha di bagian rumah mereka, ada yng berdagang kelontong, pakaian, bahkan voucher dan Handphone. O iya…pertama kali yang kulihat di depan pelabuhan adalah makanan tak kusangka ternyata ada juga di Bintuni ini….Es Doger…..wkwkwkwkwk ada es doger juga ya disini…

Hati hati din……motor pun meliuk menghindari babi hutan hitam yang dengan cueknya melintasi jalan, padahal kami melewati perumahan…ck..ck…ck cuek amat tuh babi yach. Itulah Bintuni.

Bintuni adalah kota kabupaten yang baru terbentuk sebagai hasil pemekaran kecamatan Bintuni yang tergabung dalam Kabupaten Manokwari. Sebagai kabupaten yang baru maka banyak sekali kegiatan pembangunan yang masih harus di benahi terutama infrastruktur. Kita belum bisa melihat Bintuni sebagai kota yang kita fahami, masih banyak perjalanan yang harus dilakukan dan pembangunan yang harus dikerjakan pak Bupati Bintuni bersama masyarakatnya. Aku yakin dengan modal yang ada sekarang ini, Bintuni dapat maju sebagaimana kota kabupaten yang sudah lebih dahulu ada. Untuk mencapai Bintuni bisa dicapai melalui angkutan air, udara dan darat. Kalau dari Udara Bintuni sudah melengkapi dirinya dengan Bandar Udara perintis yang bisa didarati pesawat kecil..(sekecil apa saya kurang tahu). Angkutan air  sebagaimana yang aku lakukan dan untuk darat bbisa dicapai dari Manokwari..kata si udin sih 2 jam ke manokwari lewat jalan darat. Mobil yang bersileweran disini juga gak bisa dibilang ketinggalan,  kalo cuma innova, mitsubishi strada mah pemandangan sehari hari…jadi jangan bayangkan Bintuni tuh gimanaaa gitu, tetapi untuk disebut kota..ya masih perlu berbenah lah. Aku Yakin Bintuni bisa seperti Sorong yang lebih dahulu menjadi kota.

Pukul 14.00 aku kembali ke dermaga, tetapi ternyata boat akan bertolak ke Babo pukul 15.00. Info kudapat dari kantor TLO-Bintuni (Kantor Perwakilan Tenaga Kerja-BP), jadi ya nunggu deh di kantor TLO. Udin aku suruh pulang karena Pak Richard di Kantor TLO akan nganter ke Pelabuhan dengan mobil TLO. Pukul 14.30 kami (aku dan temen temen dari Sucofindo) dianter Pak Richard ke Dermaga untuk bertolak ke Babo.

Kami diberitahu boat yang ke LNG site terakhir jam 14.00, sehingga kami yang tiba di Babo jam 16.00 ditunggu naik boat patrol jam 17.00. Singkatnya jam 16.30 sampai di Babo dan tidak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan ke LNG Site dengan menggunakan Boat Patrol, dan sampai di LNG Site sekitar pukul 18.30….pas ketemu jadual makan malam…hehehehe langsung makan dehhh…

Capek tapi puas, urusan belum kelar tapi alhamdulillah bisa menikmati kebesaran Nya yang tertuang di sebagian Bumi Papua…demikian yang bisa ku ceritain…lain kali disambung…tanggal 16 November ini naik lagi ke LNG Site…

sunset di teluk bintuni

sunset di teluk bintuni

oke ….sampai nanti semua

11 comments on “PERJALANAN KE BINTUNI

  1. tulisan anda benar2 memberikan informasi yang penting buat saya..karena Insya Allah saya akan tinggal di Bintuni untuk beberapa waktu..
    dan tulisan anda membuat saya tidak ragu2 lagi untuk kesana..terimakasih banyak..

  2. makasih udah mebngunjungi bintuni kampung halaman ku.dan makasi udah mengekspos sejumlah gambar di kota bintuni.besar harapan di perjelaskannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s