Kebebasan dan Kekayaan hati

Beberapa waktu yang lalu kurang lebih tiga atau empat tahun yang lalu, saya bertemu dengan seorang ibu tua dan seorang anak, yang meminta-minta sewaktu saya baru keluar sebuah warung tenda, bukan hendak mengumumkan tapi hanya membagi ceritera betapa saya tidak atau kurang memiliki empati waktu itu. Saya memberinya sejumlah uang pada waktu itu, dan kemudian keduanya pun pergi, baru kemudian setelah itu saya berfikir, apa artinya uang sejumlah yang saya berikan itu untuk membeli makanan….kenapa saya tidak menyuruh ibu itu masuk ke tempat dimana saya makan, kemudian mempersilakan makan, berapa banyak sih, yang akan mereka habiskan untuk makan…ternyata saya belum memiliki empati, hati saya masih merasa miskin sehingga saya tidak memilki perasaan yang seharusnya . Penyesalan memang selalu datang terlambat.

 

Hati saya masih merasa miskin, saya pada waktu itu merasa takut besok saya tidak punya duit padahal saya masih muda dan tenaga masih kuat untuk mencari rizki yang lebih dari hari itu, tetapi ternyata kemiskinan hati membuat saya berfikir pendek. Andaikan waktu itu hati saya merasa kaya, mungkin penyesalan itu tidak perlu ada. Memberi dikala memiliki uang adalah hal yang biasa, tetapi memberi dalam keadaan anda tidak memiliki uang tentunnya anda akan melihat dan mengalami sebuah keindahan.,,rasakanlah dan percayalah

 

Teman saya pernah bertanya kepada saya, Apa definisi kaya? Waktu itu ada beberapa orang, jawaban pun beragam, ada yang menjawab jika punya uang 1 milyar, ada yang bilang punya ini dan punya itu, tetapi entah kenapa saya menjawab, kaya bagi saya adalah saya ingin berbuat apa saja maka saya mampu melakukannya. Bagi saya keterbatasan adalah belenggu yang menyesakkan baik hati maupun fikiran. Keterbatasan disini tentunya pada nilai nilai yang positif, keterbatasan menolong orang yang sedang kesusahan, keterbatasan memberikan makanan pada tetangga yang kurang mampu, keterbatasan menolong orang kita lihat sedang ditodong dll, Andaikan kita memiliki kebebasan juga dalam makna yang positif, maka contohnya seperti begini, di malam hari saya berniat, besok pagi saya akan keluar rumah dan saya akan mencari seseorang dan saya akan ngobrol dengannya, saya ingin bilang padanya, “ saya ingin, bapak/ibu/saudara melakukan ini, agar semua kesulitan tersebut bisa selesai, biar semua keperluan untuk itu saya yang menanggung, silakan bapak/ibu/saudara berangkat…saya ingin bisa berkata begitu. Saya ingin pergi ke Tokyo untuk menemui teman saya sore ini, dan sore ini saya berangkat. Saya ingin makan bubur ayam di pertigaan depan rumah saya, maka saya tingal pergi dan makan. Saya ingin membuat sebuah rumah yang penuh dengan buku sehingga tetangga saya dan anak-anaknya dapat membaca sepuas mereka, maka segera saya buat. Semua itu bisa saya lakukan tanpa harus merasa saya akan susah di kemudian hari, Itulah bagi saya sebuah nilai dari kekayaan.Saya tidak peduli berapa jumlah uang yang saya miliki, saya hanya ingin melakukan sesuatu dan saya bisa melakukannya.

Ada sebuah perkataan yang mungkin hanya sebuah canda “Uang jangan dijadikan sebuah masalah, tetapi yang jadi masalah kalau anda tidak memiliki uang”, bagaimana menurut anda, kata-kata tersebut?

Kehidupan sekarang memang sulit sekali sangat sulit, yang kaya akan bertambah kaya karena akan mampu menanamkan uangnya dimanapun dalam bentuk apapun dan menghasilkan uang kembali, sedangkan di sisi yang lain, yang miskin semakin miskin dan terpinggirkan, karena tidak mampu berbuat apapun. Saya berfikir disinilah saatnya disinilah tempatnya kita sebagai manusia memiliki bukan hanya kekayaan secara financial tetapi kekayaan hati. Kebebasan financial sudah banyak yang mampu menggapainya, tetapi sesudah mendapatkan kebebasan financial terus apa? Finish, selesaikah pencapaian kita dan memamerkannya inilah saya, saya sudah bebas financial…bla bla bla. Menurut saya belum selesai.. Saya fikir akan bagus jika setiap orang dan semakin banyak orang mencapai kondisi bebas financial tetapi akan lebih bagus jika kemudian dilanjutkan dengan kebebasan hati, kebebasan hati untuk melakukan yang terbaik pada orang lain, dengan menularkan kebebasan financial anda pada orang lain secara langsung tanpa harus merasa kebebasan financial saya akan terganggu. Ini adalah jalan keluar untuk menjadikan kehidupan menjadi lebih baik.

Apakah uang saya akan habis jika saya memberikannya secara cuma Cuma kepada orang lain? Saya fikir tergantung cara kita memberikannya. Saya pernah membaca dimana entah saya lupa, tetapi begini..”jika kita memberi ikan maka orang tersebut akan menjadi pemalas, jika kita memberi sebuah alat pancing maka ia akan menjadi orang yang mau berusaha, tetapi jika anda memberi sebuah pancing kemudian anda mau mengajarkan bagaimana menggunakannya dan mendapatkan hasil yang terbaik maka anda akan membentuk sebuah Negara yang kuat”

2 comments on “Kebebasan dan Kekayaan hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s