Nganalisis PKS di PILBUP KABUPATEN BOGOR

Perolehan suara pasangan no.3 sampai hari ini masih di posisi ke-5. Pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera berhasil mengumpulkan 42.244 suara dengan prosentase suara yang masuk 19.54% suara. Sengaja saya ingin menganalisis secara sok tau (jadi maaf kalo salah..:D).

Dikala semua partai berkoalisi maka PKS maju sendirian, harus diakui PKS memiliki kader dengan militansi yang tinggi, kita menyaksikan sendiri langkah-langkah mereka selama ini, dari mulai awal terbentuk melalui Partai Keadilan hingga kini menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Bukan perkara mudah bertahan menjalankan partai yang mampu berdiri dengan tegar sampai hari ini, kalau bukan adanya sebuah ideologi partai yang kuat mustahil sebuah partai bisa berdiri dan mengakar didalam diri anggota-anggotanya. Belum pernah kita melihat ada anggota PKS yang nyebrang ke partai lain. Harus diakui Partai mereka adalah partai yang solid, jauh dari hiruk pikuk pertarungan internal, dan juga harus diakui hanya mereka yang mampu menghadapi mesin-mesin politik partai-partai berwajah lama dalam hal ini PPP dan Golkar. Mesin politik adalah motor penggerak partai sampai ke tingkat akar rumput (grass root).Tanpa mesin maka Parpol akan seperti mobil tanpa mesin yang mampu bergerak.Mesin politik adalah sebuah sebutan bagi para kader yang mampu menjalankan kehendak politik, mampu meng-interpretasi kebijakan politik dari pusat sampai kedaerah dalam tataran teknis mampu menjadi pengubah kebijakan politis menjadi kebijakan taktis dan teknis. Dan saya menyebutnya mesin politik PKS adalah mesin politik yang siap untuk dijalankan pada medan pertarungan apa saja.

Pertanyaan yang timbul, lalu jika mesin politik mereka dikatakan begitu bagus kenapa perolehan suara mereka kok serendah itu? Bagi saya perolehan suara Cabup/Cawabup Kabupaten Bogor bukan mengukur sejauh mana kedigdayaan sebuah mesin politik sebuah partai. PILKADA adalah memilih orang walaupun didukung partai tetapi pengaruh orang memiliki poin yang lebih besar daripada pengaruh partai, sangat berbeda dengan pemilihan anggota legislatif yang lebih bernuansa kepartaian, apalagi dengan system yang seperti sekarang.

Keberanian maju tanpa koalisi adalah hal yang bagus, terutama menjelang pileg dan pilpres ini. PKS mungkin kalah secara jumlah tetapi menang secara taktik, ini tidak menghibur tetapi saya melihat kedepan. Pertarungan Golkar, PDI-P dan PPP sudah sedari dulu terjadi Ahmad Yasin, Nungki yang masih anak Bupati sudah sedari dulu dikenal sebagai tokoh politik dan pemuda di Bogor, tetapi siapa Sunmandjaya dan Ace Supeli, hanya mereka yang mungkin kuliah di IPB atau sering jum’atan di Al-Hijri, Masjid Al-Hurriyah, Masjid Al-Ghifari, Masjid di UNIDA atau dengan media-media tertentu mungkin pernah mendengar namanya, pernah juga menjadi ALEG pusat, tetapi itu kan bukan jaminan orang mendengar namanya. Jadi dengan hasil ini saya berfikir ini bisa menjadi modal PKS dalam memetakan wilayah politiknya, sebaran pemilihnya, karena yang memilih pasangan SAE minimal adalah mereka yang peduli dengan PKS.

Langkah selanjutnya bagi PKS adalah menelusuri perorang kalau bisa dari mana sumber suara itu berasal, suara itu sangat bernilai lebih bernilai dari pada suara yang didapat dari pasangan lain. Pemilih pasangan no.3 menurut saya sebagian besar bukan dari kalangan pemilih pragmatis, pemilih pasangan SAE saya sinyalir sebagian besar adalah pemilih rasional, saya tidak hendak mengatakan bahwa ke-empat pasangan lainnya adalah melulu pemilih pragmatis hanya analisis saya, karena sebagian besar pemilih di kabupaten Bogor adalah pemilih pragmatis, maka berarti sedikit sekali pelaku pemilih rasional nah yang sedikit sekali itu yang terjaring banyak di PKS….(maaf kalo salah wong cumin analisa ngawur kok…)

Para kader PKS seharusnya berdiri tegak menatap hasil, itulah hasil perjuangan hari-hari kemarin. Dan berkata “Inilah bekalku untuk peperangan di hari-hari berikutnya dalam pertempuran PILEG dan PILPRES”.

Jangan buang mimpi walau hanya sedetik.Mimpi membangun Indonesia yang lebih baik…..

4 comments on “Nganalisis PKS di PILBUP KABUPATEN BOGOR

  1. saya lihat analisa abang sebagai pengungkapan kebahagiaan semua. Ibaratnya, wajah tersenyum, tapi hati menjerit. Kenapa saya bilang begitu, karena di dalam analisa abang tidak sedikitpun yang mengarah kepada para petinggi pks yang mengajukan SaE adalah sebuah kesaalahan. Karena tidak ada kaitannya sama sekali antara Pilbub dengan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Namun begitu saya bisa memaklumi analisa abang itu. Karena saya menduga kalau abang adalah kader militan pks. Sehingga abang tidak mau sedikitpun pks ternoda. Saya mohon maaf juga kalau dugaan saya ini salah. karena dugaan saya ini ngawur-ngawur aja, kok. he… he..

  2. Mas Hadi..assalamualaikum wr wb, sepertinya saya secara tersirat mengatakan juga, coba deh dibaca lagi, memang tidak secara lugas saya katakan bahwa itu adalah sebuah kesalahan, saya mengomentari bahwa tidak ada yang kenal SAE, kecuali dari mereka yang mengusungnya atau pemilih PKS (ini mensiratkan sebuah kesalahan), tetapi saya juga menimbang, mungkin ada target lain dari PKS (hanya mereka yang tw), banyak sisi lain politik yang grey area, yang tidak bisa kita tau kecuali menunggu kemana arah angin berhembus. Tidak ada partai yang sempurna kecuali partai nya malaikat, saya mencoba menulis apa adanya tanpa harus merasa berpihak, saya hanya ingin pisau analisis saya tetap lurus mas hadi, dan thanks atas kritiknya kalu terlihat saya spt membawa kesan sprti yg mas hadi tangkap.Salam kenal dari saya penganalisis ngawur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s