Peta Politik berdasarkan Survey PILKADA Kabupaten Bogor

Saya mencoba mengutip berita hasil simulasi pemilihan bupati yang di gelar oleh BEM UIKA dan koran Radar Bogor

Hasil simulasi dengan menyebar 8.000 kartu suara juga menggambarkan, Pilbup bakal berlangsung sukses dengan tingkat dibuktikan dari 8.000 kartu suara, hanya 4,92 persen kartu suara yang tidak dicoblos.Bila melihat angka akhir, kecenderungan Pilbup dua putaran cukup kuat, yakni tidak ada satu pasangan yang meraih suara 30 persen atau di atasnya. Nu Sae berada di posisi teratas dengan 26,17 persen. Sementara urutan dua ditempati Rahman dengan perolehan total suara 24,87 persen. Menyusul Sae (14,96 persen), HMD-N (14,90 persen) dan Djurus (14,18 persen).Yang pasti, simulasi ini tidak menggambarkan keterwakilan para pemilih di Kabupaten Bogor,” kata Penanggung Jawab Redaksi Radar Bogor Aswan Achmad. Titik simulasi yang dijangkau 20 relawan adalah Pasar Ciawi, perempatan Cileungsi, perempatan Citeureup, Pasar Leuwiliang, Pasar Parung, Cibinong dan Dramaga. Kemudian Pasar Ciampea, Stasiun Cilebut, Wanaherang Gunungputri serta Kompleks Perkantoran Pemkab Bogor.Rahman yang merupakan pasangan cabup nomor lima unggul di Leuwiliang (30,14 persen), Komplek Perkantoran Pemkab Bogor (39,60 persen) serta Stasiun Cilebut dan sekitarnya (29,57 persen). Sedangkan Nu Sae yang merupakan nomor urut empat unggul di Cileungsi (48,80 persen), Parung (54,36 persen) dan Pasar Cibinong (29,70 persen). Sementara Sae yang bernomor urut tiga unggul di Ciampea dan Dramaga (33,65 persen). Itu pun hanya unggul tipis dari Rahman yang memperoleh 31,29 persen.HMD-N unggul di Ciawi (47,58 persen) dan Wanaherang Gunungputri (25,26 persen) yang diapit ketat Rahman dan Nu Sae. Sedangkan Djurus yang bernomor urut satu hanya unggul di Citeureup (39,89 persen) disusul Nu Sae, Rahman, Sae dan HMD-N.” (http://www.radar-bogor.co.id)

Saya ingin mengajak para pembaca yang kebetulan nyasar dan ketelingsut membaca tulisan ngawur ini, untuk melihat dan membaca peta politik terkini tersebut. Kelihatannya dari survey tadi Nu Sae dan Rahman bersaing ketat, di jajaran atas dan Sae, Djurus dan HMD-N bersaing di posisi ke 3, 4 dan 5.  Apakah benar begitu? Saya juga tidak hendak meragukan kesahihan metoda survey yang dilakukan teman-teman BEM, saya yakin survey tersebut hendak melihat secara jujur bagaimana peta politik terakhir di Kabupaten Bogor. Dan hasil nya adalah hasil survey diatas. Bagi Nu Sae hal ini dapat menjadi modal penguat ke-PeDe-an mereka, bagi yang lain terutama Sae, Djurus dan HMD-N harus segera melakukan konsolidasi. Belum ada kata terlambat, untuk berusaha.

Pemilihan dengan dua putaran? why not? jangan korbankan semangat para pemilih hanya karena keputusan di tingkat elit, ongkos politik jelas ada dan semua pilihan memiliki resiko, keletihan para pemilih yang harus kembali ke TPS saya fikir hanyalah ketakutan yang beralasan sempit dan memandang rendah tanggung jawab para pemilih, mungkin ada benarnya tetapi dengan tetap melakukan pemilihan 2 putaran lebih memiliki tingkat akuntabilitas yang tinggi. Biaya tinggi, kenapa harus memusingkan biaya yang tinggi, akuntabilitas politik yang tinggi ya memang mahal. Bersiaplah untuk pertarungan panjang wahai para kandidat, KPU jangan Ragu untuk melaksanakan PEMILU PILKADA Kabupaten Bogor 2 putaran jika perlu karena itu adalah amanat UU No 12/2008. Ada yang Mau download UU Pemilu No 10 thn 2008, download disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s