PhD..Presiden..Rakyat Indonesia

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru-baru ini mencanangkan prasyarat PhD atau Doktor atau S3 sebagai syarat bagi calon Presidennya. Sebuah upaya menarik dari sebuah partai dahulu berlatar belakang massa kampus yang sekarang sudah berhasil melesat menjadi salah satu partai yang berhasil melakukan lompatan-lompatan yang mengejutkan di tataran massa, mereka berhasil mejadikan kadernya di panggung eksekutif tingkat propinsi dan kabupaten. Kini PKS memunculkan kembali sebuah gagasan yang langsung menjadi sebuah bola yang menarik untuk di tendang sana tendang sini, sebuah gagasan tentang presiden yang akan mereka calonkan adalah harus memiliki gelar PhD. Bagi partai dengan latar belakang kampus tentunya hal ini bukan hal yang sulit. Presiden Partai pertama PKS adalah seorang Doktor yang sekarang menjabat walikota Depok, Presiden ke-2 mereka juga seorang Doktor, mencari kader Doktor/PhD di PKS semudah menemukan jarum di tukan jahit, begitu tampaknya. Sehingga dengan penuh percaya diri maka keluarlah gagasan tadi. Bagaimana partai lain? menurut saya tampaknya susah, mungkin banyak juga tetapi apakah juga memiliki komitmen yang tinggi pula terhadap partai, hal ini yang membedakan partai sekelas golkar ataupun PDI pun berfikir 10 x untuk membuat Phd ini menjadi syarat bagi calon Presiden mereka.

Saya setuju dengan PKS tetapi sekaligus juga sedikit tidak setuju,  

Saya tidak setuju jika hanya PhD yang menjadi pertimbangan utama, PhD harus menjadi sebuah penyeimbang dari kemampuan kenegarawanan dan kepemimpinan seorang Presiden. Hati yang sareh, mendahulukan kepentingan rakyat diatas apapun, menjadikan dirinya pelayan bagi rakyatnya. Berempati terhadap kemiskinan dan ketidak berdayaan sekaligus memiki kemampuan manajerial pemerintahan yang unggul, kemampuan diplomasi, kemampuan makro menilai sebuah bangsa dan sejarah bangsa ini  adalah sebuah prasyarat yang harus lebih dahulu ada baru kemudian PhD.itulah PhD sebelum PhD yaitu Presiden yang sebenarnya PhD nya hanya sekedar di wisuda, tetapi sesungguhnya ia sudah melakukan apa yang belum tentu mampu dilakukan oleh seorang PhD, PhD yang telah membuktikan dirinya mampu berkarya dan menghasilkan sesuatu bagi rakyat itu Phd sejati. Bukan PhD yang sekedar membuat study study penelitian tetapi tidak bisa dilaksanakan di masyarakat, study penelitian yang hanya sampai pada tahap penelitian tapi punah jika berhadapan langsung dengan realitas lapangan.

Saya setuju dengan syarat PhD dengan alasan Presiden dengan gelar PhD tentunya adalah seorang yang telah memahami filosofi suatu masalah, hanya mereka yang sudah mampu memahami sebuah masalah maka ia akan mampu menguraikan masalah tersebut.

Maka PhD seperti bagaimanakah yang seharusnya menjadi Presiden adalah pertanyaan yang segera harus di jawab oleh PKS untuk segera dapat kita dengar dan kita tahu….Selamat berjuang saudaraku bangsa Indonesia memilih wakil di DPR dan memilih Presiden adalah sebuah tanggung jawab bagi kita selaku rakyat pemilik sejati bangsa ini, KITA YANG MEMILIH MAU JADI APA DIRI KITA, BUKAN KITA YANG HARUS MENGIKUTI MEREKA, KARENA MEREKA ADA DIATAS KARENA KITA YANG MENGHENDAKI..KITALAH PEMILIK SEJATI NEGARA INI….RAKYAT INDONESIA…MERDEKAAAAAAAAAAAA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s