Menulis dan Membaca

Sedari TK kita diajari membaca, SD, sampai perguruan tinggi kita dipaksa membaca, minimal membaca buku pelajaran, karena kalo gak dibaca bisa gak naeik kelas, atau minimalis sekali kita membaca contekan yang kita buat waktu mengerjakan soal-soal ujian. Tetapi “MENULIS” ternyata belum mendapat tempat yang sederajat dengan membaca.Kegiatan menulis yang kita dapat dalam sistem pendidikan kita sekedar sebagai kegiatan tidak buta huruf, mengapa demikian? Karena menulis sebagai sebuah upaya menyampaikan ide belum lah dilaksanakan. Akibatnya begitu akan selesai kuliah dan harus membuat skripsi ternyata para mahasiswa mendapatkan kesulitan menulis walau ide sudah ada dikepala…..(pengalaman pribadi :D). Pelajaran Bahasa Indonesia yang notabene seharusnya menjadi tempat melatih berbahasa secara lisan maupun tulisan tidak terlaksana secara efektif…..bersambung!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s