Seri Analisis Hidrokarbon – Peralatan Sampling

Peralatan Sampling adalah sesuatu yang sering digunakan dan jenisnya hanyalah itu-itu saja (Tabung silinder, pressure gauge, flexyble hose, connection male/female 1/2″-1/4″ dll, kunci pas 7/16″, 9/16″, 1/2″, kuci inggris dll)

Seorang tekhnisi yang baik senantiasa memelihara peralatan samplingnya untuk siap digunakan kapan saja. Sebagaimana seorang serdadu yang mempercayai senjatanya siap ditembakkan kapan saja.

Peralatan Sampling gas atau liquid bertekanan sama saja item-tem nya. tetapi yang harus kita perhatikan apakah mereka bekerja dengan baik sesuai fungsinya atau tidak. Silinder 500 cc, 1000 cc, atau bahkan yang 20 Liter memiliki working pressure masing-masing dan sudah kah kita yakin bahwa tabung silinder yang kita gunakan untuk sampling tidak bocor, plug yang kita gunakan tidak slack, valve tabung silinder mampu menutup sempurna, connection yang kita gunakan tidak slack sehingga kebocoran selama sampling bisa terjadi. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu jarang sekali menjadi perhatian kita sehingga pada saat dilapangan ketika hal tersebut menjadi sebuah kenyataan yang terjadi maka apa yang harus kita perbuat. Jawaban saya tidak ada, kita tidak bisa melakukan apapun.

Mari kita uraikan satu-persatu. Silinder kita ambil contoh yang memiliki kapasitas 500cc. Working Pressure nya 1800 psi dan dilengkapi dengan 2 buah Needle Valve, pada saat membeli yang baru maka kita akan menerima sertifikat sudah lolos uji dilakukan test pada working pressure 1800 psi yang dilakulan oleh DOT (Department Of Transportation-jika manufacturer nya di Amerika). Working Pressure 1800 psi adalah untuk Body, sedangkan untuk  Valve memiliki spec tersendiri. Membeli cylinder sampling bukan membeli yang sudah jadi ada body dan valve, Tidak. Kita diharuskan memilih Body dan Valve dan kita juga harus tahu pada tekanan berapa kita akan menggunakannya, makin tinggi working pressurenya akan makin mahal. Working pressure valve yang 3000 psi biasa digunakan untuk cylinder dengan wp 1800. Persoalan mulai timbul setelah digunakan beberapa lama, apakah Valve dan cylinder kita masih bisa digunakan atau tidak apakah valve dan cylindernya masih memilik WP yang sama setelah digunakan beberapa lama, untuk mengetahui jawabannya maka kita harus melakukan test, Test Pressure menggunakan hydrotest (air) atau gas (Nitrogen) dan thickness test untuk mengetahui apakah ketebalan cylinder masih sama semua.

Hydrotest/Nitrogen test untuk mengetahui apakah cylinder mengalami kebocoran atau tidak. Banyak tehnik yang bisa dilakukan.

  1. Memasang pressure gauge di salah satu ujung dan memasukkan air/Nitrogen sampai Pressure gauge menunjukkan Preesure pada working pressure nya dan ditahan beberapa lama dan dipantau apakah presurenya mengalami penurunan pressure atau tidak. Jika tidak berarti kondisi cylinder dan sambung valve dan valve bagus tidak mengalami kebocoran. Jika mengalami penurunan pressure maka dilanjutkan kepada tahap ke – 2.
  2. Siapkan bak berisi air, tenggelamkan cylinder dan amati kemunculan buble, identifikasi kan lalu ditandai untuk melakukan perbaikan. Perbaikan ada yang bisa dilakukan ada yang tidak. Jika bubble keluar dari sambungan antara valve dan body maka bisa dilepas dan diamati apakah terjadi slack atau tidak pada ulirnya dan kembali dihubungkan dengan menambah lilitan teflon. Jika keluar dari sistem valve/lubang outlet valve, maka valve anda harus diganti.

Pressure Gauge adalah hal penting yang harus dibawa pada saat sampling untuk mengukur berapa tekanan sample pada saat sampling dan juga digunakan pada saat Validity check, apakah sample yang kita bawa ke lab mengalami penurunan tekanan atau tidak. Sering kali pada saat kita melakukan validity check tekanan sample menurun dari saat kita sampling dan kita berkesimpulan adalah silinder yang kita gunakan bocor. Padahal belum tentu apakah temperatur kita melakukan pengukuran tekanan sudah sama dengan pada saat sampling, jika belum maka harus disamakan. Apakah kita melakukannya dengan pressure gauge yang sama? jika tidak maka cobalah dengan menggunakan pressure gauge yang sama dengan saat sampling. KECUALI Pressure gauge yang digunakan sama-sama terKALIBRASI.

Connection, mintalah informasi kepada petugas site yang akan dikunjungi jenis-jenis connection di sampling point yang aka anda lakukan untuk sampling, atau jika dilakukan di Separator biasanya cukup standar  1/2″ male to male 1/4″ sambung ke flexyble hose female NPT 1/4″. Sebelum berangkat yakinkan semua ulir tidak slack dan masukkan setiap connection dengan jari, jika ada yang tidak mulus berputar maka carilah penggantinya.

Buat sambungan dengan T antara sampling point dan cylinder, digunakan sebagai release pressure setelah sampling selesai dilakukan. Bekerjalah dengan aman.

 

Bersambung

Iklan

Seri Analisis Hidrokarbon-Sampling

Mungkin saya pernah menulis tentang sampling didalam tulisan-tulisan saya tetapi saat ini saya ingin menulis tentang sampling disekitaran Hidrokarbon baik liquid maupun gas. Sampling adalah suatu proses untuk mengambil sejumlah kecil bagian dari sesuatu Zat secara representatif baik secara quantity maupun quality. Sampling representatif secara quantity adalah sampling harus mewakili secara jumlah dan bisa menggunakan metoda sampling yang disepakati secara internasional. Sampling representatif secara quality adalah mutu sampling yang diambil harus mewakili sistem yang di sampling.

Sampling hidrokarbon ada beberapa jenis tergantung dari tujuan sampling dan kegiatannya. Sampling shipment cargo crude oil, condensate, gas alam, akan berbeda demikian juga sampling untuk proses industri petroleum akan berbeda sekali. Sampling untuk study reservoir atau sering disebut PVT juga berbeda.

Jadi jika perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang service laboratorium hidrokarbon seperti Intertek misalnya atau yang lain, diminta untuk membantu sampling maka customer dapat menginformasikan tujuan dari sampling tersebut apa dan output seperti apa yang diminta. Contohnya, Client hanya meminta komposisi untuk komposisi gas tanpa ada informasi lain, maka biasanya pihak Lab akan meminta informasi tambahan. Informasi yang harus ada adalah informasi sampling point; ukuran berapa inch, pressure berapa, sampling gas untuk komposisi, sample diambil dimana (pipe line, gas separator, dll). Informasi diatas akan sangat diperlukan oleh tekhnisi yang akan sampling. jika outlet nya sudah diketahui 1/2 inch maka cukup membawa connection line yang setengah inch. Pressure yang akan disampling untuk menyesuaikan sample container dengan working pressure berapa yang harus dibawa. Sampling point pipe line maka tekhnisi akan mengambilnya di pipe line, dan ada persyaratan teknis jika mengambil di pipe line seperti, sampling point harus ada diatas pipa dan jauh dari lekukan pipa, gas pada saat sampling harus pada saat mengalir bukan pada saat tidak mengalir (kompressor bekerja). Tekhnisi juga akan mencatat tekanan dan temperatur pada saat sampling. Sampling gas di pipe line akan disediakan sampling point di bagian atas pipa karena untuk menghindari fraksi berat yang terkumpul atau air yang terkumpul di satu tempat juga gerakan partikel gas akan lebih stabil (laminer) bukan turbulensi seperti jika lubang sampling di taruh dibawah.

Sampling yang bertujuan untuk komposisi wellstream akan berbeda dengan sampling untuk komposisi parsial gas atau minyak saja.  Sampling untuk gas saja maka cukup dengan mengambil gas dan ditampung didalam silinder gas, sampling minyak parsial juga demikian cukup dengan menampug minyak yang akan dianalisis dan ditutup rapat, sebaiknya menggunakan Jerry can yang khusus untuk minyak bumi bukan jerry can plastik. Sampling contoh untuk LPG juga ada teknisnya yaitu sample dimasukkan dari bawah (posisi silinder tegak) lalu ditunggu sampai ada LPG yang keluar melalui outlet valve silinder yang di atas kemudian ditutup lalu tutup valve yang bawah. Kurangi sample sebanyak 20% (kira-kira) sebagai safety space.

Sampling untuk komposisi wellstream berbeda dengan sampling diatas. Syarat untuk mendapatkan sample wellstream, maka harus dilakukan di Separator. Sample harus dilewatka separator sebelum di sampling hal ini harus dilakukan untuk mendapatkan sample yang terpisah antara gas, dan liquid. Di dalam separator gas dan liquid akan terpisah dan akan dihitung berapa rasio/perbandingan Gas Oil Rasio biasa disingkat GOR. Jadi sampling komposisi wellstream tidak hanya mendapatkan sample gas, liquid tetapi juga harus mendapatkan data G.O.R, Temp. Sep, Press Sep.

Separator akan memisahkan gas yang masuk dalam 2 fasa gas dan minyak/liquid, sampling dilakukan pada saat bersamaan dengan mengambil minyak/liquid, minyak diambil dengan cara displacement water, hati-hati pada saat mengeluarkan air dijaga jangan sampai terlalu cepat sehingga minyak akan memiliki ruang untuk menguapkan faksi ringannya.

Jika pada sampling gas parsial atau liquid parsial hanya mendapatkan satu sample maka pada sampling wellstream sample nya akan sepasang, Gas dan Liquid/Minyak.

Selain cara dengan separator, sampling wellstream bisa juga dengan menggunakan tehnik BHS (Bottom Hole Sampling). Tehnik ini dilakukan dengan seperangkat alat BHS yang dimasukkan kedalam sumur dengan menggunakan slick line tools dan dengan mekanisme peralatan BHS samplie akan masuk ke chamber sample didalam alat BHS, lalu di tarik/dikeluarkan dari sumur. Chamber sample kemudian dibawa ke lab untuk di transfer ke piston silinder sebelum dilakukan analisis.

Apakah komposisi wellstream harus  dilakukan dengan 2 cara diatas? jawaban saya YA. bisakah kita mengambil sample komposisi wellstream di well head? Tidak, Bisa kah kkta mengambil komposisi well stream di pipa atau di manifold? Tidak bisa. Kenapa? karena kita tidak bisa memisahkan antara liquid dan gas dan kita tidak tahu berapa fraksi gas dan fraksi minyak didalam pipa/wellhead atau manifold.

Kesalahan penanganan sample/proses sampling maka output report bisa jadi tidak sesuai dengan yang anda inginkan, jadi sebaiknya berdiskusi antara laboratorium dengan user diperlukan untuk memastikan pekerjaan kita tidak sia-sia.

Sekian.

 

 

Jakarta 17 Nov 2016

Seri Analisa Hidrokarbon-Tehnik dan Trik Sampling Gas ber Tekanan kecil

Kali ini saya akan menulis tentang sampling gas dimana source nya kecil. Sampling gas yang source bertekanan besar mudah, tinggal flushing beberapa kali (GPA 2166) kemudian tutup valve Sample containernya dan lihat pressure gauge nya, jika sudah naik dan sama dengan nilai pressure (tekanan) source nya berarti cukup lalu putuskan hubungan dengan source , amati apakah pressure gauge untuk tekanan didalam tabung sample (sample container) turun atau tidak. Jika tidak ada penurunan berarti bagus tidak ada kebocoran.

Source yang kecil taruhlah 1-3 atm (14-16 psi) tentunya memiliki kendala tersendiri. Pressure gauge yang terkoneksi dengan sample container pun bisa jadi tidak bergerak karena tekanan gas yang kita sampling sangat kecil, kita akan ragu apakah sample sudah masuk atau belum, ragu apakah sample container terisi atau tidak. Jauh-jauh jalan untuk sampling dan kembali ke lab ternyata sample container nya kosong.

Tidak banyak tulisan yang membahas hal ini, tetapi saya mencoba menuliskanya berdasarkan pengalaman saya pribadi.

A. Tehnik sampling. 

Sampling dilakukan tanpa melanggar kaidah sampling yang baku seperti sebagaimana metode uji GPA 2166. Diperlukan sedikit trik agar sample bisa masuk kedalam silinder.

  • Sample Silinder di vakum sebelum berangkat ke lapangan. Tehnik ini sering digunakan, kelemahannya jiga ada kebocoran sedikit saja di dalam sample container maka udara akan terhisap masuk, jadi pastikan dengan benar kalau sample container tidak mengalami kebocoran. Cara nya dengan memasukkan udara kompresor kedalam tabung tersebut kemudian rendam didalam air, jika tidak ada gelembung berarti aman, jika ada gelembung dari sambungan valve berarti anda harus membongkar valve tersebut dan memperbaiki koneksinya dan dicoba lagi di tes masih bocor atau tidak.
  • Sample Silinder diisi air penuh tidak boleh ada gelembung udara. Masukkan air kedalam silinder dengan membuka semua valve pada posisi tegak. Air dimasukkan dari bawah biarkan air keluar dari valve bagian atas jika sudah penuh, tutup valve yang bagian bawah terlebih dahulu. lalu tutup yang bagian atas. Pada saat sampling flushing line dari source ke outlet line dan tutup. Siram mulut inlet sample silinder denga air agar tidak udara didalam space antara valve dengan outlet. Buka line source sample yang karena bertekanan kecil bisa langsung di koneksikan ke sample silinder yang berisi air setelah yakin tidak ada kebocoran dari source-line-sample silinder, maka buka lah perlahan valve sample silinder bagian bawah, jangan dibuka full nanti air didalam silinder akan berputar dan menarik gas dengan kondisi turbulensi. Air hanya dibiarkan mengalir perlahan (10 tetes permenit cukuplah). Jika volume tabung sample silinder adalah 1 liter maka air yang akan dibuang juga 1 liter jika sudah hampir 1 liter air yang terbuang tutuplah valve bagian bawah lebih dahulu kemudian valve bagian atas. kemudian tutup valve source dan putuskan hubungan line antara source dengan  sample silinder.
  • Sample Silinder diisi Glikol– Sama prosedurnya dengan yang diatas menggunakan air.
  • Menggunakan  Tedlar Bag. Saat ini sample tidak hanya ditampung dengan menggunakan silinder stainless steel tetapi juga bisa dengan menggunakan tedlar bag. Tedlar bag memilik lubang sebagai inlet dan outlet sample atau hanya inlet saja. Material Tedlar bag saat ini dari mulai plastik PE atau HDPE atau teflon. Penggunaan Tedlar bag biasanya terbatas dilingkungan pabrik atau sample gas yang ambient dan tidak memiliki pressure yang tinggi. Kelemahan Tedlar bag jika dibawa naik pesawat maka sample akan tersedot keluar plastik. Perhatikan jika anda membawa aqua di kabin. maka pada saat anda turun maka botol aqua anda mengekerut. Sample yang memiliki kandungan H2S tinggi sebaiknya tidak menggunakan tedlar bag karena partikel H2S akan menempel di plastik dan mengurang kandungan yang akan dianalisa, Jika akan dikirim dengan menggunakan transportasi umum sebaiknya juga dipertimbangkan kembali.
  • Menggunakan balon, Balon yang saya maksudkan adalah balon yang terbuat dari plastik berwarna-warni yang biasa digunakan untuk bermain bola, bukan balon tiup dari karet atau balon gas. Balon karet atau balon ulang tahun atau balon gas tidak bisa digunakan karena akan menimbukan back pressure, resiko pecah juga tinggi. Penggunaan balon ini adalah salah satu alternatif terakhir dima kita tidak bisa menemukan metoda sampling lain yang bisa digunakan. Kelemahannya adalah kemungkinan terkontaminasi dengan udara sangat tinggi. Jadi jangan digunakan jika tidak kepepet banget.

 

B. Tehnik Analisis

Untuk analisisnya sama saja dengan menggunakan Gas Kromatografi- GPA 2261. Problem untuk gas yang tekanannya hampir 1 atmosfir atau 1 atmosfir maka gas didalam silinder tidak akan keluar sehingga gas tidak bisa dianalisis. Caranya dengan cara sebagaimana kita memasukkan sample tadi, yaitu meminta bantuan air untuk mengeluarkan gas tadi. Silinder diposisikan tegak, siapkan air pada posisi lebih tinggi silinder agar air mampu mendorong gas didalam silinder. Perhatikan jangan sampai ada udara ter perangkap didalam line air ke silinder atau didalam space antara inlet dengan valve silinder. Usahakan semua terisi air bukan udara. Jika sudah terkoneksi buka valve yang bawah yang terhubung dengan air. buka penuh. siapkan line dari outlet tabung dengan GC buka sedikit untuk flusing line, lihat apakah ada gelembung diujung line GC yang tercelup air jika ada lanjutkan tapi jangan banyak-banyak jika sudah tutup lagi valve sample silinder. Wadah air usahakan juga memiliki valve, kalau tidak ada maka pengaturannya menggunakan valve outlet yang diatas untuk mengalirkan/menutup gas yang dianalisis. Siapkan GC dan jika sudah ready buka valve outlet/valve atas sampai gelembung udara muncul dan tutup. START analisis. Lakukan analisis beberapa kali. Perhatikan Volume air yang masuk kedalam tabung, jangan sampai berlebihan berbahaya bagi peralatan.

NOTE : Air ini berfungsi sebagai piston baik pada saat sampling maupun analisis. Kelemahannya kemungkinan moisture didalam gas menjadi bertambah, sehingga bisa juga air diganti glikol. Cara lain dengan pemanasan dari tabung, syarat nya temperatur yang digunakan harus sama dengan temperatur pada saat sampling. Komposisi akan berbeda dengan perbedaan suhu.

Kondisi seperti diatas sangat jarang ditemui. Biasanya pada sumur-sumur minyak yang sudah tua, atau pada sistem proses yang gas tersebut berupa sisa proses.

 

Semoga Berguna..

 

Gaudeamus Igitur

Gaudeamus igitur

(hymne mahasiswa internasional saat upacara wisuda)

Gaudeamus igitur ( Mari kita bersenang-senang )
Juvenes dum sumus. ( Selagi masih muda )
Post jucundam juventutem ( Setelah masa muda yang penuh keceriaan )
Post molestam senectutem ( Setelah masa tua yang penuh kesukaran )
Nos habebit humus. ( Tanah akan menguasai kita )

Ubi sunt qui ante nos ( Kemana orang-orang sebelum kita )
In mundo fuere? ( Yang pernah hidup di dunia ini? )
Vadite ad superos ( Terbanglah ke surga )
Transite in inferos ( Terjunlah ke dalam neraka )
Hos si vis videre. ( Bila kau ingin menjumpai mereka )

Vita nostra brevis est ( Hidup kita sangatlah singkat )
Brevi finietur. ( Berakhir dengan segera )
Venit mors velociter ( Maut datang dengan cepat )
Rapit nos atrociter ( Merenggut kita dengan ganas )
Nemini parcetur. ( Tak seorang pun mampu menghindar )

Vivat academia! ( Panjang umur akademi! )
Vivant professores! ( Panjang umur para pengajar! )
Vivat membrum quod libet ( Panjang umur setiap pelajar! )
Vivant membra quae libet ( Panjang umur seluruh pelajar! )
Semper sint in flore. ( Semoga mereka terus tumbuh berkembang! )

Vivant omnes virgins ( Panjang umur para gadis! )
Faciles, formosae. ( Yang sederhana dan elok )
Vivant et mulieres ( Juga, hidup para wanita! )
Tenerae, amabiles ( Yang lembut dan penuh cinta )
Bonae, laboriosae. ( Jujur, pekerja keras )

Vivant et res publica ( Hidup negaraku! )
et qui illam regit. ( Dan pemerintahannya )
Vivat nostra civitas, ( Hidup kota kami! )
Maecenatum caritas ( Dan kemurahan hati para dermawan )
Quae nos hic protegit. ( Yang telah melindungi kami )

Pereat tristitia, ( Enyahlah kesedihan )
Pereant osores. ( Enyahlah kebencian )
Pereat diabolus, ( Enyahlah kejahatan )
Quivis antiburschius ( Dan siapa pun yg anti mahasiswa )
Atque irrisores. ( Juga mereka yang mencemoh kami )

Harry Potter and The Half-Blood Princesses

Prologue

shizukana kono yoru ni anata wo matteru no
ano toki wasureta hohoemi wo tori ni kite
are kara sukoshi dake jikan ga sugite
omoide ga yasashiku natta ne.

Di malam sunyi ini, aku menunggumu
Seyummu telah pudar dimakan waktu
Dan sekarang, setelah sedikit waktu berlalu,
Kenangan indah mulai muncul kembali.

Seorang gadis berambut perak duduk di ambang jendela sebuah menara yang menjulang cukup tinggi dari atas tanah. Matanya memandang kosong langit malam yang cerah bertaburan bintang.

“Hmm~ rupanya kau di sini, mawar kecilku yang manis,” ujar seorang lelaki paruh baya yang berdiri di ambang pintu, “Menikmati langit malam yang indah?”

“Ya, paman Forbesia,” jawab sang gadis datar, tanpa ekspresi. Walaupun begitu, gerak dan bahasa tubuhnya melambangkan penghormatan.

“Asa, Nerine, dan ayahmu sedang berbincang di bangku bawah,” balas lelaki bernama Forbes itu sambil tersenyum, “tak mau bergabung dengan mereka?”

“Aku…” jawab sang mawar kecil sambil memandang bulan, ragu.
“Aku mengerti,” potong Forbes pelan sambil berjalan ke arah jendela, “Dia sedang bergerak kan?”

Sang mawar kecil hanya mengangguk. Sekilas ia tampak sedikit sedih.
“Tirai telah tersingkap…” balas Forbes dengan mata menerawang jauh. Baca lebih lanjut

FOTOGRAFI : ROT (RuLE oF tHiRD)

Rule of Third merupakan pengembangan dari simetri Golden Ratio yang telah lama dikenal dalam seni lukis. Dalam Rule of Third frame gambar dibagi menjadi 3 bagian vertikal dan 3 bagian horisontal.

Prinsip

  1. Walaupun tidak harus tepat benar, penempatan obyek dalam frame sebaiknya disesuaikan dengan pembagian tersebut
  2. Usahakan untuk menempatkan bagian paling menarik dari obyek pada salah satu dari 4 titik perpotongan(ditandai dengan bulatan warna merah)
  3. Bagian yang paling menarik dari obyek dapat berupa apa saja, misalnya:
    • Mata

    • Wajah

    • Batas alam

    • Kontras cahaya dan bayangan

    • dsb

Aturan ini dapat diterapkan secara dinamis dalam berbagai jenis kategori pemotretan dengan berbagai proporsi frame.

Contoh penerapan dalam pemotretan mode
l

Contoh penerapan dalam pemotretan landscape

Tips

Cropping merupakan senjata ampuh untuk memperoleh komposisi yang tepat. Pengaturan komposisi ketika pemotretan akan memakan waktu dan Anda mungkin ketinggalan momen. Oleh karena itu potretlah obyek menggunakan resolusi tertinggi dengan ruang bebas sekitar obyek yang agak lega agar leluasa untuk melakukan cropping.

Foto Asli

Foto Rekomposisi & Cropping

SEGITIGA EMAS FOTOGRAFI

by ENCHE

 Kunci dari mendapatkan foto yang ideal tergantung dari segitiga emas fotografi. Segitiga emas fotografi adalah bukaan (aperture), kecepatan rana (shutter speed) dan ISO. Kombinasi dari ketiganya menentukan gelap terangnya sebuah foto.


BUKAAN / APERTURE Aperture adalah bukaan lensa kamera dimana cahaya masuk. Bila bukaan besar, akan banyak cahaya yang masuk dibandingkan dengan bukaan kecil. Selain merupakan salah satu cara mengendalikan cahaya yang masuk, bukaan di gunakan juga untuk mengendalikan kedalaman ruang (depth of field / dof). Dalam prakteknya, jika Anda berada di lingkungan dimana cahaya sangat terang, maka kita bisa menutup bukaan sehingga lebih sedikit cahaya masuk ke dalam. Jika kondisi lingkungan gelap, maka kita bisa membuka bukaan lensa sehingga hasil akhir menjadi optimal. Bukaan juga bisa digunakan untuk mengendalikan kedalaman ruang. Bukaan besar membuat kedalaman ruang menjadi tipis, akibatnya latar belakang subjek menjadi kabur. Bukaan kecil membuat kedalaman bidang menjadi besar, akibatnya semua bidang dalam foto menjadi tajam atau berada dalam fokus. Hal yang unik dan sering membingungkan pemula adalah nomor dalam setting bukaan adalah terbalik dengan besarnya bukaan. Misalnya angka kecil berarti bukaan besar, sedangkan angka besar berarti bukaan kecil. Contoh: f/1, f/1.4, f/2, f/4. f/5.6, f/8, f/16, f/22 dan seterusnya Setiap lensa memiliki bukaan maksimum dan minimum. Angka yang tertera dalam lensa seperti f/3.5-5.6 berarti makimum bukaan bervariasi antara f/3.5 sampai f/ 5.6.

Baca lebih lanjut

Maginot Line

Ada yang tau Maginot Line?

Garis Maginot adalah satu garisan kubu konkrit, penghalang tank, senjata api otomatis dan pertahanan lain yang dibangun oleh pihak Perancis sepanjang perbatasannya dengan Jerman dan Italia selepas PD-I Secara umum istilah tersebut merujuk kepada keseluruhan sistem atau pertahanan yang menghadap ke Jerman sementara Garis Alpen bagi baris pertahanan Perancis-Italia. Pihak Perancis percaya bahwa kubu tersebut akan memberikan tenggang waktu lebih bagi angkatan bersenjata mereka sekiranya diserang dan mengimbangi kelemahan jumlah tentara. Keberhasilan dalam pertempuran pertahanan statis dalam Perang Dunia I merupakan pengaruh utama pemikiran pihak Perancis.

Perencanaan dan pembangunan

Pertahanan ini pada mulanya dirancang oleh Marshal Joffre. Dia ditentang oleh golongan modernis seperti   Paul Renaud dan Charles de Gaulle yang mendukung pertempuran modern dengan tank dan pesawat tempur. Joffre mendapat dukungan dari Petain dan terdapat beberapa laporan dan komisi dianjurkan oleh pemerintah. Tetapi Andre Maginot-lah yang menyakinkan pemerintah untuk menggunakan sistem pertahanan ini. Maginot merupakan veteran PD-I yang menjadi Menteri Urusan Veteran Perancis dan Menteri Pertahanan.

Spesifikasi pertahanan ini amat tinggi dengan kompleks kubu pertahanan bawah tanah (bunker) yang bersambung dengan meluas untuk beribu-ribu tentara, terdapat 108 Benteng utama (ouvrages) setiap 15 kilometer, ouvrages kecil dan di antaranya dengan lebih 100 kilometer terowongan Baca lebih lanjut

Menyimpan Kopi Agar Tetap Nikmat

Saat kita membeli kopi di supermarket, biasanya sudah ada kemasan plastik yang mewadahinya. Namun, setelah sampai di rumah, tahukah Anda cara menyimpa kopi tersebut dengan benar?

Menurut Coffe Specialist dari UKMI (Usaha Kita Makmur Indonesia), Andrew Susanto, Kopi tak perlu dikeluarkan dari kemasan kemudian dituangkan ke dalam stoples. “Buka kemasannya sedikit saja kemudian ditutup kembali rapat-rapat,” ujarnya.

Setelah itu, masukkan kemasan yang sudah ditutup itu ke dalam toples yang kedap udara, atau paling tidak penutup toples tersebut benar-benar rapat.

Menurutnya, dengan cara ini kopi akan semakin awet dan tahan lama. Ini karena udara yang kelua masuk semakin sedikit. Toples kopi tersebut ditaruh di dalam lemari dapur dengan suhu ruangan yang stabil, dan jangan masukkannya ke dalam lemari es karena bisa merusak karakteristik kopi.

Jika terpaksa membuka kemasan karena rusak atau tidak layak pakai, masukkan bubuk kopi ke dalam toples dan pastikan tutup toples betul-betul kedap udara. Kopi dengan penyimpanan yang baik bisa bertahan dua hingga tiga bulan. Bahkan Tahunan jika anda tidak meminum nya.

sumber : Detik.com

Sabtu Sore….

Sabtu sore, udara panas seperti akan turun hujan. Bingung hendak apa….., jalan ke dapur hmmm, ada cabe merah dan rawit disana juga tomat….ohh tampak juga terasi disana. Terlintas cepat….Sambel Terasi dan Nasi Putih Hangat….

Kukumpulkan semua bahan ahhh bawang putih cuman ada 1 siung dan tiada bawang merah….secepatnya kuberlari sebelum ide ini terbuang menjadi angan….sampai juga di warung kupesan bawang merah 1 ons dan bawang putih  2 rebu perak…siipp. Ohhh ada sesuatu disana…yuppp Oncom!! hahaha asik nih kayaknya 3 potong oncom masuk bertumpuk di kresek hitam bersama kaum bawang tadi.

Merakapun lengkap berkumpul di wajan panas dan hasil gathering itupun menimbulkan uap yang memancing bulu bulu hidung memberontak…pemberontakan terjadi dihidungku…bersin bersin… Pemberontakan ini harus ditindas, kukumpulkan semuanya didalam cobek..pemberontak ini harus ditindas..dilindas. Ku giling mereka tanpa ampun kuhajar menjadi satu, tubuh mereka yang sudah memar oleh minyak panas tak ayal lagi menjadi lumat tak lagi berbentuk…yah semua nya tak ada yang tersisa lumat menjadi satu….kusiram dengan sedikit gula dan garam dan selesailah……SAMBEL TERASI

Oncom itu juga menantang ku, hanya dengan sekali tebas ku mutilasi ia menjadi beberapa potong dan kulumuri dengan tepung dan ku lempoar ia kedalam lautan minyak panas terdengar raungannya….tubuhnya yang mengandung air cepat dihajar minyak panas sehingga yang ada hanya Oncom Tepung Goreng yang Hangat.

Hujan…..

Hujan pun turun, berkubik kubik air dicurahkan dengan dihiasi teriakan teriakan penjaga langit Sang Guntur yang berteriak memberikan komando kepada jajaran hujan untuk terus membasuh bumi, Sang Guntur terus meneriakkan komandonya dengan sesekali melecutkan pecut kilatnya….

Sore itu berakhir dengan….Sepiring Nasi putih hangat, sambel terasi dan Oncom goreng….Terima kasih Tuhan atas Nikmat yang tak terhingga di sore ini, diantara makhluk mu kami masih beruntung menikmati ini semua.