pahit
September 15, 2009 at 8:41 pm | In Puisi | 2 CommentsTags: angkasa, hasrat, hati, impian, rasa
Gelegak rasa menuai impian
Melawan hasrat jiwa terbelah
Ketika rasa bergulat mati
Pelangipun berubah kelabu
Tak mudah melangkah mendahului takdir
Serasa bara ditelapak tangan
Saat hati mulai melangkah
Menuai rasa pada sebuah sisi
Tetapkan hasrat pada satu jiwa yang lain
Pelangipun tetap kelabu
Karena jalan memang berduri
Hingga diri bebas mengangkasa
Ikatanpun terurai putus
Kini jiwa berarak mencari
Dimana gerangan sang empunya hati
Diangkasa dia bersemayam
Bermain dalam cinta yang lain
Terlambat menganyam diri bertindak
Hanya sesal menggelembung dalam
Sakit pun terasa nikmat
Didalam sakit penuh keindahan
Karena sakit terbuat oleh kekasih
Yang sibuk menganyam cinta diangkasa raya
Memandang mimpinya dalam harapan agung
Mereguk anggur kenikmatan
Cukuplah perasan air buah mada, sekalipun pahit terasa manis
Melewati bibir nan kelu
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


Tampang serem, tapi jiwa puitis.. Hehe.. *piss om..
Salam kenal.. mampir ke blpg saya ya..
http://asepsaiba.wordpress.com
Komentar oleh asepsaiba — Oktober 19, 2009 #
oooom budhi.. apa kabar? kok di fb ga ada sih? hehe sudah lama kita tak ngobrol
btw masih nunggu traktir nontonnya neeeh :p
*asik euy puitis
*
Komentar oleh Angga :) — Oktober 23, 2009 #