pahit
September 15, 2009 at 8:41 pm | In Puisi | 2 CommentsTags: hati, angkasa, rasa, impian, hasrat
Gelegak rasa menuai impian
Melawan hasrat jiwa terbelah
Ketika rasa bergulat mati
Pelangipun berubah kelabu
Tak mudah melangkah mendahului takdir
Serasa bara ditelapak tangan
Saat hati mulai melangkah
Menuai rasa pada sebuah sisi
Tetapkan hasrat pada satu jiwa yang lain
Pelangipun tetap kelabu
Karena jalan memang berduri Continue reading pahit…
Ingatkah…
September 14, 2009 at 9:26 pm | In Puisi | 1 CommentTags: SUARA, hati, ingat, senyum, asa, kosong
Suara itu melayang sepi
Bersembunyi didasar samudera hati
Mengemudi dalam fikir
Menukik dalam senyuman
Tanpa sebuah arti bagi sebuah harapan
Gelora tumbuh menggelembung
Dalam kosong sebuah asa
Tak berasap apalagi api
Hanya semu berarak pergi
Tak kuasa kekang berujar
Kecuali sebuah Tanya Continue reading Ingatkah……
Tarbiyyah Dzatiyyah
September 13, 2009 at 9:03 pm | In Refleksi | 2 CommentsTags: al quran, Allah, diri, hidup, infaq, nasehat, puasa, Rasulullah, sedekah, sholaty, tarbiyyah dzatiyyah, zakat
Tarbiyah yang berarti pembinaan, Dzatiyyah berarti diri sendiri. Tarbiyyah dzatiyyah adalah sebuah cara untuk memaksimalkan diri kita mengenal Allah, Islam dan Rasulnya sehingga kita memiliki sebuah pemahaaman yg utuh tentangnya. Mengapa Tarbiyyah dzatiyyah itu penting, karena tidak selamanya kita berada dalam lingkungan yang mampu membentuk pribadi kita, bisa jd suatu saat kita akan tinggal di tempat yang mengharuskan kita untuk mandiri, atau kita memang pada kondisi yang membuat kita harus tegar dengan berbagai persoalan hidup kita, maka tarbiyyah dzatiyyah akan sangat menolong kita mengingatkan diri kita untuk senantiasa ingat pada sang pemberi kehidupan.
Marilah menjenguk ruang kosong itu
September 12, 2009 at 8:01 pm | In Refleksi | Leave a CommentTags: alam semesta, bumi, diri, pemcipta, sendiri, sumber kehidupan
Diri kita adalah diri yang miskin papa tidak memiliki apa apa kecuali sebuah jasad yang lemah, hati kita adalah hati yang lemah tak memiliki apapun kecuali nafsu. Sering kali kelemahan ini menipu kita seakan diri kita ini diri yang kuat perkasa, keberanian, mampu mencapai apapun tanpa bantuan siapapun. Sebenarnyalah itu semua hanya bungkus dari kelemahan. Continue reading Marilah menjenguk ruang kosong itu…
Erik Weihenmeyer dan Layangan sebagai sebuah pelajaran
September 11, 2009 at 11:04 pm | In Refleksi | Leave a CommentTags: tekanan, erik weihenmeyer, motivasi, semangat, tekad, visi, everest, mount everest, salju, kerjasama
Layangan, pasti semua sudah pada tahu apa itu layangan, sebuah benda yang ringkih dari kertas tipis dan bambu yang tipis sebesar lidi diiket sama benang jahit.Tetapi apa yang terjadi jika layangan itu sudah naik, layangan yang ringkih itu membumbung tinggi, semakin besar angin semakin cepat naik, sebaliknya ga ada angin dia gak akan naik.
Apa pelajaran yang bisa dipetik dari layangan? Layangan dengan segala keterbatasannya mampu merubah angin yang besar menjadi daya pendorong kea rah yang lebih tinggi, artinya tantangan, masalah, beban hidup, apapun namanya bukan berarti membuat kita seperti kehilangan harapan, tetapi justru membuat harapan kita makin berkibar, harapan kita akan penuh dengan kualitas ujian, bukan sekedar keberhasilan tanpa usaha, tetapi keberhasilan yang diiringi sebuah usaha akan memiliki kualtias keberhasilan yang berbeda. Continue reading Erik Weihenmeyer dan Layangan sebagai sebuah pelajaran…
in memoriam Ghaisan Al Ghani (21 September 2008 – 09 September 2009)
September 10, 2009 at 11:37 pm | In Puisi | Leave a CommentTags: Ghaisan al Ghani
Ghaisan Al Ghani
mutiara hati
penyejuk pandangan
ananda pengobat gundah
tempat bercanda
tempat menaruh harapan
ananda pelepas kehangatan
ananda tempat kangen
Continue reading in memoriam Ghaisan Al Ghani (21 September 2008 – 09 September 2009)…
Haruskah begitu terus…
September 10, 2009 at 11:33 pm | In Refleksi | Leave a CommentTags: anak anak, keluarga, perceraian, poligami, rumah tangga, tekanan
Tulisan ini bukan berarti menyetujui sebuah tindakan poligami untuk sebuah kesenangan tetapi memandangnya sebagai sebuah jalan keluar dari sebuah masalah yang telah diturunkan Allah dalam Al Quran yanmg kita yakini kebenarannya, tetapi pada dasarnya sebuah aturan yang di turunkan oleh Tuhan bukan untuk mempersulit manusia.
Sebagaimana perceraian, maka poligami pun selalu menjadi sasaran tembak kaum orientalis sampai sekarang. Dua hal, dua aturan yang diturunkan Allah menjadi sasaran tembak mereka yang mencari kelemahan Islam yang bukan hanya agama an sich, yang hanya mengatur secara vertikal antara Tuhan dan hambanya tetapi juga mengatur relasi sosial antar manusia.
Continue reading Haruskah begitu terus……
Kisah di suatu hari..
September 10, 2009 at 11:27 pm | In Refleksi | Leave a CommentTags: Ghaisan al Ghani, Ghani, ikhlas, keanehan, kehidupan, kematian, kepergian
Aku gak tau keanehan apa yang terjadi sewaktu kabar itu datang, “Ghani sakit DBD di rumah sakit Yarsi, aku lagi disana” demikian bunyi pesan singkat yang kuterima. Deg deg an aku waktu itu, dari pesan singkat juga kuterima kalau umurnya 11 bulan, gendut, penanganan rumah sakit yang terlambat, tindakan medik yang tidak segera, dan diluar skenario manusia Ghani pun menghadap Nya, hanya sempet menjenguk ayah bundanya selama 11 bulan, lalu kembali menghadap Tuhannya. Continue reading Kisah di suatu hari…..
Haruskah ini terjadi
September 10, 2009 at 11:22 pm | In Refleksi | Leave a CommentTags: Bangsa, kuliah, mahasiswi, masa depan, pelajaran, seks
Hai..
Halo…
ASL donk
19FJkt, kalo kamu
39Mjkt
ooh met malm oom
demikian percakapanku dengan sebut saja ID nya Maya lewat percakapan dunia Yahoo Messenger. Maya cukup ramah mengenalkan dirinya secara tidak langsung. Sampai akhirnya dia pun menawarka jasa nya, untuk memberikan service dengan bayaran 300 ribu per 6 jam.
Continue reading Haruskah ini terjadi…
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

